Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Kuota Tiap Tahun Menurun, Minat Warga Bantul untuk Transmigrasi Cukup Tinggi

Gregorius Bramantyo • Selasa, 30 Januari 2024 | 00:22 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, Istirul Widilastuti.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, Istirul Widilastuti.

BANTUL – Program transmigrasi hingga saat ini masih menjadi andalan bagi Pemkab Bantul untuk mengatasi solusi permasalahan kesejahteraan masyarakat.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul mengakui dari tahun ke tahun program tersebut cukup efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantul.

Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti mengatakan, animo warga Bantul untuk bertransmigrasi masih lumayan tinggi.

Meskipun, kuota transmigrasi dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan.

“Saat ini ada sekitar 60 sampai 70 KK yang masih menunggu antrean untuk diberangkatkan,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (29/1).

Ia menyebut, rata-rata warga Bantul yang berminat transmigrasi meminta ditempatkan di lokasi yang berbeda-beda.

Ada yang di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Namun, dua per tiga dari permintaan itu ingin ditempatkan di Kalimantan dan Sumatera.

“Biasanya yang berangkat transmigrasi saat zaman Orde Baru kebanyakan di Pulau Sumatera, Mungkin ada banyak saudaranya di sana berhasil, inginnya mereka berangkat ke sana biar dekat sama saudaranya juga,” ujar Istirul.

Pada tahun 2022 lalu, Disnakertrans Bantul memberangkatkan 15 KK transmigrasi.

Sementara pada tahun 2023, Banutl hanya diberi kuota 4 KK.

Untuk tahun ini, Disnakertrans Bantul belum menerima informasi terkait kuota transmigrasi.

Sebab, kuota transmigrasi berasal dari pemerintah pusat lalu ke Pemprov DIY, kemudian ke tingkat kabupaten/kota.

Penentuan kuota dan wilayah diperkirakan turun pada bulan Maret 2024.

“Tapi pada prinsipnya kegiatan kami tetap jalan. Kami tetap memberikan informasi kepada masyarakat bahwa program transmigrasi masih dilaksanakan. Terkait kuota kami masih menunggu dari pusat,” ucap Istirul.

Ia menjelaskan, usia rata-rata yang berangkat transmigrasi adalah 45 sampai 55 tahun. Namun dalam dua tahun terakhir Disnakertrans Bantul banyak memberangkatkan transmigran usia muda.

Bahkan  ada beberapa transmigran dengan basik pendidikan sarjana atau sarjana muda.

“Jadi, memang dua tahun ini ada tren anak muda yang mendaftar untuk transmigrasi, usia 30-an. Karena memang niat mereka yang ingin meningakatkan taraf hidupnya,” katanya.

Istirul mengatakan, dinasnya membekali para calon transmigran dengan skill sebelum diberangkatkan. Seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Kemudian, para calon trnasmigran juga dibekali dengan skill wirausaha, budidaya ikan, dan permebelan.

“Jadi, harapannya mereka dapat mengembangkan skill itu di wilayah tujuan transmigrasi,” imbuhnya.

Pada tahun 2023 lalu, ada sebanyak 5 sampai 10 KK di Bantul yang mendaftar untuk transmigrasi. Hanya saja antrean sejak tahun sebelumnya masih cukup banyak.

Ada sekitar 50 sampai 60 KK. Penumpukan antrean itu terjadi karena terbatasnya kuota.

Sementara minat untuk transmigrasi masih cukup tinggi. Disnakertrans Bantul pun juga tidak bisa menentukan kuota sendiri.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingatkan Nasabah Hati-hati Kelola Uang Pinjaman, Juga Harus Disiplin Bayar Uang Cicilan

Di samping itu, Disnakertrans Bantul juga memberi uang saku Rp 10 juta ke tiap KK untuk modal para transmigran di lokasi penempatan.

Sehingga sebelum para calon transmigran bisa berhasil mengelola lahan, mereka tetap mendapatkan bantuan jaminan hidup dari pemerintah.

“Walaupun nanti di sana selama 1 tahun masih ada jatah hidup untuk yang lahan basah 1,5 tahun dan yang lahan kering 1 tahun,” jelas Istirul.

Ia menambahkan, dinasnya pun setiap tahun mengagendakan monitoring dan evaluasi ke daerah-daerah yang menjadi tujuan transmigrasi.

Sehingga jawatannya dapat mengetahui perkembangan transmigran yang ditempatkan.

“Walaupun mereka sudah menjadi penduduk di tempat tujuan tetapi kami masih punya beban moral seandainya yang kami tempatkan itu belum mengalami perkembangan yang bagus,” tandasnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#kesejahteraan #Disnakertrans Bantul #Pemkab Bantul #transmigrasi