Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Pertanian di Bantul Diwarnai Permintaan Dukungan Caleg DPR RI

Gregorius Bramantyo • Kamis, 25 Januari 2024 | 00:28 WIB
POTENSI: Titik Soeharto memberikan sambutan dalam kegiatan pembinaan petani dan penyuluhan pertanian di kompleks Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu (24/1).
POTENSI: Titik Soeharto memberikan sambutan dalam kegiatan pembinaan petani dan penyuluhan pertanian di kompleks Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu (24/1).

BANTUL – Kegiatan pembinaan petani dan penyuluhan pertanian di kompleks Stadion Sultan Agung Bantul pada Rabu (24/1) diwarnai permintaan dukungan oleh salah satu calon anggota DPR RI dalam Pemilu 2024 Siti Hediati Hariyadi alias Titik Soeharto.

Ia tampak hadir dalam rombongan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Dalam kesempatan tersebut, anak keempat mantan presiden Soeharto itu memohon doa dan dukungan dari seluruh hadirin yang ada dalam acara tersebut.

Di hadapan puluhan ribu petani se-DIY, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, dan sejumlah pejabat lain.

Titik maju sebagai calon anggota DPR RI daerah pemilihan DIY.

“Mudah-mudahan jika nanti saya terpilih dan dipercaya masyarakat Jogja, saya akan memilih duduk di Komisi IV yang membidangi pertanian, perikanan, kelautan dan kehutanan. Seperti yang sudah saya lakukan dulu di tahun 2014,” ujar Titik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dirinya sengaja memboyong lalu memberikan kesempatan kepada Titik Soeharto untuk memberikan sambutan pada acara tersebut.

Amran mengaku jika Titik selalu menyatakan jika persoalan pertanian tidak lepas dari Yogyakarta.

“Kami juga selalu teringat akan mantan Presiden RI, Bapak Soeharto, yang berhasil membawa Indonesia swasembada pangan dengan program revolusi hijaunya,” kata Amran.

Amran sendiri berharap agar Indonesia tidak hanya sekadar swasembada pangan seperti tahun 2017, 2019 dan 2020.

Namun ke depannya Indonesia harus mampu menjadi negara adidaya lewat pangan.

"Hal ini kami yakin mudah dicapai, yang penting bahu membahu dengan seluruh pihak terkait di sektor pertanian. Kita bisa swasembada lagi dan bisa ekspor,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan upaya antisipasi pelanggaran kampanye terhadap kegiatan tersebut. Karena masa yang hadir mencapai puluhan ribu.

Bawaslu Bantul sendiri sebelumnya telah mendatangi panitia dari pihak Kementan maupun Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul.

Bawaslu Bantul ingin mendengar dari panitia terkait konsep kegiatan tersebut.

“Mereka juga sudah menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan hari ini adalah gerakan tanam bersama Mentan. Kemudian sudah saya konfirmasi dan sampaikan agar jangan sampai ada hal-hal yang berpotensi mengarah pada kampanye salah satu peserta pemilu,” ujar Didik.

Kemudian, Bawaslu Bantul juga telah menyampaikan imbauan secara tertulis kepada panitia.

Substansi imbauan itu ada dua hal. Yakni mengimbau agar kegiatan tersebut tidak disalahgunakan untuk kampanye.

“Juga fokus pada bahwa jangan sampai ada kebijakan atau sikap yang menguntungkan salah satu peserta pemilu,” sebut Didik.

Ia menyebut, dari sisi temuan, memang dalam kegiatan tersebut hadir salah satu caleg DPR RI. Kemudian diberikan waktu unutk berpidato dan memohon dukungan.

Bawaslu Bantul sendiri telah mencoba berkomunikasi dengan panitia terkait kapasitas Titiek Soeharto yang hadir dalam cara tersebut.

“Tapi, panitia juga belum bisa menjawab terkait dengan posisi yang bersangkutan saat memberi sambutan,” jelas Didik.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan kajian terkait hal-hal yang berpotensi terhadap pelanggaran kampanye. Sebab, izin acara tersebut bukan kampanye.

“Tapi, dalam kegiatannya kami menemukan ada beberapa hal yang menurut kami perlu dikaji,” imbuhnya.

Didik menambahkan, selanjutnya akan ada tahapan klarifikasi. Dalam konteks untuk kebutuhan pemenuhan informasi.

Namun, Bawaslu Bantul belum bisa menentukan siapa yang akan melakukan klarifikasi.

Terkait dengan permohonan dukungan dari Titik Soeharto, Bawaslu Bantul masih akan mengkaji lebih lanjut apakah hal tersebut termasuk bagian dari indikasi melakukan kampanye atau tidak.

“Yang jelas, saya tegaskan bahwa ini agendanya bukan kampanye. Artinya, ketika ada statement yang mengarah pada permohonan dukungan, itu tentu tidak pada konteksnya,” tandasnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Bantul #Petani #Penyuluhan Pertanian