BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui 29 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang telah ada.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan sampah imbas penutupan TPA Piyungan Transisi Tahap 2 pada April 2024.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Ari Budi Nugroho menyampaikan, pihaknya mendorong peningkatan volume sampah yang diolah di TPS3R pada tahun ini.
Hal itu juga untuk mendukung desentralisasi pengelolaan sampah 2024.
Di mana, Pemkab Bantul membuat strategi dengan optimalisasi peran TPS3R dalam pengolahan sampah.
“TPS3R yang dikelola BUMKal dioptimalisasi dengan Danais untuk pengembangan infrastruktur atau bangunan dan peralatan pengolah sampah,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (23/1).
Ari menyebut, beberapa TPS3R telah mampu mengolah sampahnya secara mandiri.
Selain itu, beberapa TPS3R juga telah diberikan anggaran untuk mengolah sampah melalui Danais.
Tahun ini ada pendanaan danais yang akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah dan jumlah pelanggan di TPS3R.
“Nanti ke depan kami juga akan mengumpulkan lagi pengelola TPS3R dan kalurahan untuk merespons kebijakan Pemda DIY. Harus ada upaya penanganan yang lebih serius dan optimal,” katanya.
Selain itu, Pemkab Bantul juga tengah menyiapkan beberapa TPST dan TPS3R yang diperkirakan akan rampung pada semester II 2024.
Ada 12 TPST dan TPS3R yang akan dibangun di beberapa lokasi yang tersebar di Bantul pada 2024.
Pembangunan tersebut untuk mewujudkan Bantul Bersih Sampah 2025.
"Sehingga sampah yang selama ini dibuang ke TPA Piyungan secara bertahap bisa dikurangi dan tertangani di Bantul,” ucap Ari.
Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, 12 TPST dan TPS3R tersebut dinilai cukup efektif untuk mengurangi volume sampah di Kabupaten Bantul yang mencapai 120 ton per hari.
“Akan ada sekitar 12 TPST di Kabupaten Bantul. Ada di Panggungharjo, Guwosari, Modalan, Niten, Potorono, Karang Tengah dan Wukirsari,” rinci Halim.
Dari target 12 TPST tersebut, ada tiga TPST yang ditarget selesai pada 2024. Untuk TPST Niten saat ini telah selesai pembangunan dan siap untuk beroperasi.
Sementara TPST Modalan dan TPST Dingkikan, Sedayu, ditargetkan akan selesai pembangunan pada 2024.
Sedangkan TPS3R Bawuran ditarget selesai pembangunan pada akhir tahun.
“Khusus untuk Bawuran lebih modern karena menggunakan alat yang lebih modern,” imbuh Halim.
Ia menyebut, keberadaan 12 TPST dan TPS3R diharapkan agar masalah sampah di Bantul bisa teratasi.
Sebab, setiap TPST dan TPS3R yang ada diperkirakan mampu mengolah sampah mulai dari lima hingga 50 ton per hari.
"Karena kami mengejar target persoalan sampah di Bantul selesai pada 2025,” tandasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad