Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dishub Bantul Akan Tambah Lima Titik Zoss pada 2024

Gregorius Bramantyo • Selasa, 16 Januari 2024 | 02:57 WIB
NYAMAN: Pengendara melintasi tanda Zona Selamat Sekolah (Zoss) di depan SMPN 1 Sewon, Bantul, Senin (15/1).
NYAMAN: Pengendara melintasi tanda Zona Selamat Sekolah (Zoss) di depan SMPN 1 Sewon, Bantul, Senin (15/1).

BANTUL – Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul berupaya menambah lima titik zona selamat sekolah (Zoss) pada tahun 2024. Realisasinya pun ditarget dapat selesai sebelum pertengahan tahun 2024.

Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengatakan, untuk pengadaan lima titik Zoss itu, pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp 250 juta.

Pengadaan juga ditarget dapat selesai dalam triwulan pertama 2024.

“Antara Februari-Maret 2024, tapi pelaksanaan pembangunan mungkin bisa sampai April,” katanya saat dihubungi, Senin (15/1).

Ia membeberkan, lima titik Zoss yang akan direalisasikan itu tersebar di berbagai kapanewon. Di antaranya, di Sanden, Kasihan, Bantul, dan Sewon.

“Untuk satu titik yang lain masih belum fix, akan kami sosialisasikan ulang ke sekolah,” ujarnya.

Singgih menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk membuat Zoss pada tahun 2024 mencapai Rp 50 juta per titiknya. Meliputi pengadaan aspek pemberian marka warna merah, putih, dan kuning.

Selain itu, juga pengadaan berbagai jenis rambu dan warning light yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Sebelumnya hingga tahun 2023, kebutuhan anggaran untuk membuat satu Zoss sebesar Rp 25 juta.

Kenaikan biaya menjadi Rp 50 juta disebabkan Dishub Bantul menyesuaikan dengan standarisasi dari Kementerian Perhubungan.

“Yang kemarin itu hanya jalannya dicat lalu dikasih rambu. Kalau yang besok lengkap, ada rambunya kemudian ada warning light-nya, lebih standar lah,” ucap Singgih.

Ia menyebut, untuk kondisi di Kabupaten Bantul sendiri, tidak semua sekolah membutuhkan ZoSS.

Karena pengadaan ZoSS wajib melihat tingkat kerawanan lingkungan sekolah sesuai aturan yang berlaku. Namun, diakuinya, jumlah Zoss di Bantul masih memang minim.

Hingga saat ini, baru ada sekitar 15 hingga 17 Zoss di Bantul. Dishub Bantul memprioritaskan pengadaan Zoss di jalan tingkat kabupaten. Namun ada juga yang berada di jalan tingkat provinsi.

"Tapi karena pertimbangan tertentu kami laksanakan di jalan provinsi. Contohnya di depan MIN 1 Bantul. Kami izin ke provinsi, karena kalau menunggu dari provinsi belum tentu turun. Kebetulan bupati juga merekomendasikan di sana,” ungkap Singgih.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko menyebut, pihaknya mengusahakan agar sekolah-sekolah yang berada di tepi jalan raya bisa memiliki Zoss.

“Saat ini ada sekitar belasan yang sudah ada Zoss,” sebutnya.

Belasan sekolah tersebut berada di jalan level kabupaten. Untuk sekolah yang berada di jalan nasional, wewenang adalah milik pusat.

“Kalau sekolah yang di jalan desa belum diperlukan Zoss. Karena pertimbangannya adalah ramai dan padatnya lalu lintas,” terangnya.

Ia menjelaskan, tujuan Zoss sendiri terkait dengan keamanaan siswa dan lalu lintas jalan raya.

Zoss diprioritaskan bagi sekolah yang berada di tepi jalan raya. Minimal jalan level kabupaten, kemudian jalan provinsi, dan nasional.

"Semua sekolah yang berada di tepi jalan raya wajib untuk ada Zoss,” tandasnya. (tyo)

 

Editor : Amin Surachmad
#Dishub Bantul #ZoSS #zona selamat sekolah