Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Memasuki Musim Hujan, Pemkab Bantul Antisipasi Penumpukan Sampah di Sungai

Gregorius Bramantyo • Selasa, 9 Januari 2024 | 23:13 WIB
BERSIHKAN: Sejumlah warga membersihkan sampah di Sungai Belik, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul beberapa waktu lalu.
BERSIHKAN: Sejumlah warga membersihkan sampah di Sungai Belik, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul beberapa waktu lalu.

BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengantisipasi tumpukan sampah di bantaran sungai selama musim penghujan.

Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan, setiap musim hujan terjadi peningkatan tumpukan sampah di bantaran sungai.

Beberapa jenis sampah yang sering ditemukan antara lain sampah domestik anorganik dan sampah organik seperti sisa ranting pohon atau daun kering.

“Memang sampah yang dibuang di saluran, musim kemarau air tidak mengalir, saat hujan lebat akan terbawa arus aliran air dan berhenti di satu tempat, akan berhenti di bendung, pintu air dan sebagainya,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (9/1).

Ia pun mengaku selama ini belum pernah melakukan perhitungan volume sampah yang ada di sungai.

Meski begitu, dari jumlah yang dibersihkan, terlihat ada peningkatan sampah dari waktu ke waktu.

Selain itu, pihaknya pun juga belum pernah melakukan survei atau perhitungan khusus terkait sampah di sungai.

“Saat musim hujan ada penumpukan sampah di tempat tertentu, seperti di bendung atau pintu air. Karena itu sampah dari arah utara terbawa dan masuk ke dalam saluran air yang di sana,” ucapnya.

Ari mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk melakukan pembersihan sampah sungai.

Selain itu, menurutnya, beberapa pihak baik pemerintah maupun swasta juga telah melakukan program pembersihan sungai secara mandiri.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Sehingga tidak terjadi penumpukan sampah sungai selama musim penghujan.

Ari menuturkan, berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), kualitas sungai di Bantul termasuk dalam katagori sedang. Sehingga menurutnya perlu ditingkatkan.

“Perlu peran masyarakat, pelaku usaha, forum sungai,” katanya.

Di samping itu, untuk persoalan sampah di sungai maupun saluran air, pihaknya juga berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul.

“Kalau musim hujan biasanya di bendung, di saluran-saluran air menumpuk. Sehingga harus evakuasi dengan Sumber Daya Air,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, sampah sungai selama musim hujan dikhawatirkan akan hanyut hingga ke laut.

Sehingga akan berpengaruh ke sektor pariwisata di kawasan pantai.

Menurutnya, hampir semua sampah di sungai yang ada di Bantul didominasi eceng gondok, batang kayu, perawatan rumah tangga yang kadang dibuang ke sungai.

“Itu sekarang posisi mengambang di beberapa ruas sungai. Biasanya itu sampai ke sungai lalu ada hujan lebat, sampah itu akan sampai ke laut. Sampah itu yang jumlahnya agak sulit dikendalikan,” ujarnya.

Kwintarto pun berharap sampah sungai selama musim penghujan dapat tertangani dengan baik. Sehingga tidak hanyut hingga ke laut. (tyo)

 

Editor : Amin Surachmad
#Tumpukan Sampah #Musim penghujan #DLH Bantul #bantaran sungai