Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Bantul Berupaya Optimalkan Lahan Pasir Untuk Pertanian

Gregorius Bramantyo • Senin, 8 Januari 2024 | 00:47 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo.

 

BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul terus menggenjot produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu sektor utama pembangunan. Salah satunya dengan mengoptimalisasi lahan pasir sebagai pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan, mayoritas produksi hortikultura di Bantul berasal dari lahan pertanian pasir.

Sedangkan lahan pasir sendiri tidak terhitung dalam Badan Pusat Statistik sebagai lahan pertanian.

“Tujuh puluh persen lahan pasir di Kabupaten Bantul sudah digunakan untuk pertanian,” katanya, Minggu (7/1).

Rencananya, pada tahun 2024 ini sisa 30 persen lahan pasir di Bantul dapat dimanfaatkan untuk pertanian.

DKPP Bantul sendiri sudah melakukan sosialisasi dan menyampaikan ke petani untuk dapat memaksimalkan pengembangan lahan pasir tersebut.

"Karena daripada tidak dimanfaatkan tapi ternyata bisa ditanami dan hasilnya juga bagus, daripada nganggur,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, saat ini sejumlah wilayah sudah mulai membuka lahan pasir untuk pertanian. Seprti wilayah Poncosari di Kapanewon Srandakan dan Parangkusumo di Kapanewon Kretek.

Ia berharap, kondisi lahan pasri di Bantul bisa seperti di Kulon Progo. Di mana semua lahan pasir dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

“Karena gubernur sudah mengizinkan untuk lahan pertanian, yang penting bukan untuk hunian,” ucapnya.

Baca Juga: Beberapa Daerah Mulai Panen, BPS DIY Catat Harga Gabah Turun

Pihaknya juga akan mengoptimalkan elektrifikasi pada lahan pasir untuk pertanian cabai dan bawang merah.

Hal itu sebagai salah satu upaya menghemat BBM. Karena dengan elektrifikasi bisa menghemat 70 hingga 75 persen biaya produksi.

“Kami harap dengan adanya elektrifikasi di lahan pasir, nanti akan kami atur pola tanamnya,” imbuh Joko.

Ia menyampaikan, budidaya cabai dan bawang merah di lahan pasir merupakan komoditas off season atau luar musim.

Menurutnya, pertanian lahan pasir dapat panen hingga empat sampai lima kali dala satu tahun.

DKPP Bantul pun akan berupaya mengatur pola tanam pertanian hortikultura di lahan pasir tahun 2024 untuk mengantisipasi penurunan harga komoditas tersebut saat panen raya.

“Bawang merah saat panen raya harga menurun, setelah ada elektrifikasi setiap bulan ada tanaman dan panenan, sehingga harga tidak begitu turun, karena salah satu pengendali inflasi sektor pertanian adalah bawang merah dan cabai,” ujarnya.

Sementara itu, Ulu-ulu Kalurahan Parangtritis Elyas Suprapta mengatakan, lahan pasir di Kalurahan Parangtritis tidak terlalu luas seperti di kawasan Samas.

Sebagian besar petani lahan pasir di Parangtritis sudah menggunakan sistem elektrifikasi. Namun, di luar zona inti gumuk pasir.

“Karena zona inti gumuk pasir itu kawasan yang tidak boleh ada aktivitas di sana,” jelasnya.

Elyas menyebut, minat petani di Parangtritis untuk menanam di lahan pasir cukup tinggi. Karena mayoritas petani di wilayah tersebut adalah petani hortikultura.

Selain menanam di lahan sawah, mereka juga menanam di lahan pasir. Di mana lahan pasir di sana sebelumnya tidak digunakan, lalu dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

Baca Juga: Netizen Geram, Pengendara Mobil Xpander Dituding Nekat Terobos Palang Parkir untuk Hindari Biaya Parkir

“Karena lahan sawah di Parangtritis itu tidak terlalu luas, hanya sekitar 156 hektare,” katanya.

Ia berharap DKPP Bantul dapat membantu permohonan izin pertanian di lahan pasir. Karena selama ini penggunaannya belum ada izin secara resmi.

Namun, karena peruntukannya untuk pertanian, sejauh ini tidak ada kendala bagi petani.

“Tetapi kami memang tidak masuk di zona inti gumuk pasir. Lalu untuk bantuan-bantuan seperti peltaihan atau bantuan bibit bagi petani juga sangat dibutuhkan,” ujarnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Lahan Pasir #Sektor Pertanian