Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

11 Kapanewon di Bantul Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Gregorius Bramantyo • Kamis, 4 Januari 2024 | 05:00 WIB
BERSIHKAN: Jajaran Polsek Dlingo dan sejumlah pihak mengevakuasi pohon dan tiang listrik yang roboh di Jalan Patuk-Dlingo, Bantul, Rabu (3/1). (Dok. Polres Bantul)
BERSIHKAN: Jajaran Polsek Dlingo dan sejumlah pihak mengevakuasi pohon dan tiang listrik yang roboh di Jalan Patuk-Dlingo, Bantul, Rabu (3/1). (Dok. Polres Bantul)

BANTUL – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon dan tiang listrik tumbang di Kabupaten Bantul pada Rabu (3/1) siang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat puluhan rumah rusak akibat hujan disertai dengan angin kencang.

BPBD Bantul pun mengimbau masyarakat tetap siaga memasuki musim penghujan.

Komandan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, hujan disertai dengan angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Bantul sekitar pukul 12.30.

Hujan dengan intensitas lebat dan angin kencang terjadi di 24 lokasi yang tersebar di 11 kapanewon di wilayah Kabupaten Bantul.

"Di Kapanewon Bambanglipuro, Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kasihan, Kretek, Pleret, Pundong dan Sewon," bebernya saat dikonfirmasi, Rabu (3/1).

Akibatnya beberapa bangunan atau rumah warga rusak. Karena terdapat pohon yang tumbang dan menimpa rumah warga. Hal itu terjadi di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong.

Kemudian terdapat beberapa tiang listrik di Kapanewon Dlingo yang mendadak tumbang akibat hujan dan angin kencang.

“Berdampak pada tertutupnya akses jalan, mengenai jaringan listrik, menimpa rumah dan menimpa kendaraan, serta satu kejadian bangunan roboh,” ujar Aka.

Ia menyampaikan, dampak kejadian tersebut mengakibatkan tuju unit rumah rusak, tiga unit tempat usaha rusak, delapan akses jalan rusak, satu unit kendaraan rusak, dan delapan jaringan listrik putus. Serta sebuah pohon jatuh di pekarangan rumah warga.

Aka mengaku pihaknya menerima laporan terkait kejadian tersebut sekitar pukul 13.37 melalui Whatsapp.

Baca Juga: Perkara Tipikornya Belum Rampung, Robinson Juga Diperkarakan ke PN Sleman Soal Pidana Umum

Ia pun memastikan tidak ada korban jiwa dan korban luka dari kejadian tersebut. Dari kejadian tersebut estimasi kerugian materiil yang dialami mencapai Rp 25,9 juta.

“Kondisi terakhir pohon tumbang sudah selesai tertangani dan sopir yang kendaraannya tertimpa pohon dalam keadaan aman,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, Forum Pengurangan Resiko Bencana, dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menambahkan, pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada menghadapi potensi bencana yang terjadi saat musim hujan.

Antoni mengimbau masyarakat untuk memperhatikan pohon-pohon yang besar dan rapuh. Apalagi pada saat ada angin kencang untuk menghindari pohon-pohon besar.

"Hindari juga tiang listrik serta kabel listrik bila ada angin kencang,” imbaunya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry meminta masyarakt tetap waspada dan hati-hati. Terutama di daerah rawan bencana, baik longsor maupun banjir.

Masyarakat juga diminta tidak berlindung di bawah pohon, baliho atau benda yang rawan tumbang saat hujan.

“Sedia dan gunakan jas hujan yang aman dan nyaman. Cek kembali kondisi kendaraan terutama ban dan lampu sebagai penerangan. Masyarakat diharapkan bijak dalam berkendara khususnya dalam hal kecepatan agar tidak tergelincir saat berkendara,” katanya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Angin Kencang #hujan deras #Pohon Tumbang