Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah Pariwisata di Bantul Meningkat Saat Nataru, Masih Bisa Ditangani Petugas

Gregorius Bramantyo • Rabu, 3 Januari 2024 | 00:04 WIB
BERSIH: Petugas membersihkan sampah di Pantai Parangtritis. (Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul)
BERSIH: Petugas membersihkan sampah di Pantai Parangtritis. (Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul)

BANTUL – Peningkatan jumlah pengunjung selama libur Natal dan tahun baru (nataru) di Pantai Selatan Bantul berdampak pada peningkatan volume sampah di kawasan tersebut.

Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul mengklaim sampah selama masa Nataru di objek wisata pantai masih bisa tertangani oleh petugas.

Dinpar Bantul mencatat, ada sebanyak 34.863 wisatawan mengunjungi Bantul pada 31 Desember 2023.

Dari jumlah tersebut, 29.643 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis. Sisanya 5.002 wisatawan ke pantai di wilayah barat.

Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, sampah wisata selama masa nataru di Bantul masih bisa ditangani secara normal.

Karena belum turun hujan besar secara beruntun. Sehingga sampah dari sungai tidak masuk ke pantai di Bantul.

“Sampah kunjungan sekalipun jumlahnya cukup banyak di liburan panjang, tapi secara prinsip masih tertangani oleh petugas,” katanya, Selasa (2/1).

Ia menyebut, penumpukan sampah dari wisatawan terjadi pada siang dan sore hari. Namun pada pagi keesokan harinya, sampah-sampah tersebut telah dibersihkan oleh petugas.

Menurut pantauan pihaknya, sampah masih terkendali. Dalam arti masih bisa tertangani secara normatif.

Yakni, saat posisi pengunjung sedang banyak, sampahnya pun bertambah. Walaupun tidak sebanyak seperti sampah kiriman banjir.

“Kalau penampakannya di jam-jam tertentu dan di titik-titik tertentu bisa saja ada penumpukan. Tetapi secara prinsip itu segera terevakuasi maksimal pada besoknya di pagi hari,” ujarnya.

Baca Juga: Dishub Kota Jogja Mulai Uji KIR Gratis: Tidak Usah Pakai Biro Jasa

Sementara itu, Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kebersihan Parangtritis Suranto mengungkapkan, pihaknya mencatat ada peningkatan jumlah sampah di kawasan tersebut selama libur Nataru.

Volume sampah pada libur Nataru meningkat tajam di kawasan wisata Pantai Parangtritis dan Depok.

"Biasanya volume sampah di mencapai satu sampai dua ton dalam sehari. Di lburan kali ini meningkat tajam,” ungkapnya.

Ia menyebut, sebanyak empat hingga lima ton sampah harus diangkut oleh petugas kebersihan dari kawasan wisata Parangtritis dan Depok pada Senin (1/1) usai malam tahun baru.

Pihaknya mengerahkan 22 petugas untuk mengatasi tumpukan sampah wisatawan.

Puluhan petugas itu juga dilengkapi dengan tiga kendaraan roda tiga, satu truk, dan satu alat berat.

"Ada tiga titik yang dijadikan lokasi untuk pembersihan yakni titik relokasi, Parangkusumo, dan ikon dari Pantai Parangtritis,” ucapnya.

Pengangkutan sampah sendiri dilakukan pada malam hari. Hal itu agar wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis dan Pantai Depok tetap nyaman dan tidak terganggu dengan adanya tumpukan sampah.

“Kami efektifkan waktu malam hari untuk membersihkan dan mengangkut sampah-sampah tersebut,” tandas Suranto. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#dinas pariwisata #pantai parangtritis #Pantai Selatan