JOGJA - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyerahkan secara langsung sertifikat The Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks atau Sumbu Filosofi Jogjakarta kepada Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X di Gedhong Pracimasana Kamis (28/12).
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan The Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks atau Sumbu Filosofi Yogyakarta telah menjadi warisan dunia di Indonesia k-10 yang diakui oleh Unesco.
Penetapan ini mengukuhkan Yogyakarta bukan hanya sebagai Kota budaya tetapi juga sebagai kota peradaban yang diakui oleh dunia.
"Jadi saya hari ini sowan ke Jogjakarta untuk secara langsung menyerahkan penghargaan dari Unesco sumbu filosofi Yogyakarta. Dan, saya sudah serahkan kepada bapak gubernur," katanya usai penyerahan di Kompleks Kepatihan Kamis (28/12).
Retno menjelaskan tentunya warisan budaya yang diakui dunia harus diuri-uri dan dijaga. Pihaknya pun juga bersedia menindaklanjuti jika ada hal-hal yang diperlukan dari daerah istimewa Jogjakarta untuk kelanjutan paska penetapan tersebut.
"Monggo kami para diplomat siap dan juga kalau ada hal-hal lain terkait dengan warisan budaya kami juga siap untuk menindaklanjutinya," ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan sumbu filosofi adalah bukti lestarinya peradaban Jawa yang berkembang sejak abad ke-16.
Hingga saat ini sumbu ini merupakan pengejawantahan perpaduan harmonis elemen budaya benda seperti wayang dan gamelan dengan elemen tidak benda.
Seperti tradisi, hukum adat, seni sastra, festival, dan ritual upacara juga dengan nilai-nilai filosofis Jawa.
"Untuk itu secara resmi sekali lagi saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada bapak gubernur kepada daerah istimewa Yogyakarta dan tentunya kepada seluruh masyarakat Jogjakarta. Saya yakin kekayaan ini akan terjaga dan terpelihara dengan baik, sebagaimana bapak gubernur sampaikan beberapa follow up yang sudah dilakukan oleh Pemda DIY," jelasnya.
Menurutnya, diplomasi Indonesia akan terus mencoba untuk berkontribusi dalam memperjuangkan warisan-warisan budaya nasional untuk diakui dunia.
Pun diyakini dengan sertifikat warisan dunia UNESCO ini daya tarik Jogjakarta semakin meningkat dan keistimewaan Jogjakarta akan semakin kokoh.
"Karena sekali lagi salah satu diplomasi yang kita jalankan adalah diplomasi budaya soft power dan kita terus bersama dengan pemerintah-pemerintah daerah yang ingin memperjuangkan warisan budaya untuk diakui dunia. Jadi itu yang tadi saya sampaikan kepada bapak gubernur," terangnya.
Gubernur DIY HB X mengatakan, pemprov telah menindaklanjuti langkah strategis paska penetapan warisan dunia sumbu filosofi Yogyakarta dalam sidang World Heritage Center (WHC) ke 45 di Riyadh Saudi Arabia pada 18 September 2023 silam.
Tindaklanjuti itu di antaranya, melaksanakan koordinasi, komunikasi, dan menjalin kerja sama antara Pemprov DIY, Pemerintah Kota Jogja, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat untuk memastikan peran masing-masing dalam pengelolaan warisan dunia, Sumbu Filosofi Jogjakarta.
Selain itu, dari sisi regulasi telah terbit Keputusan Gubernur DIY Nomor 360/KEP/2023 tentang Sekretariat Bersama Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi Jogjakarta.
Keputusan Gubernur ini, digunakan sebagai fondasi untuk memastikan fungsi komunikasi, penyiapan kebijakan dan strategi pengelolaan, koordinasi-integrasi perencanaan, operasional, monitoring, dan evaluasi, serta mendukung fungsi pelaporan.
"Kesemua fungsi itu menjadi urgensi, karena atribut warisan dunia sumbu filosofi Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu adanya tekanan pembangunan, tekanan lingkungan, kesiapsiagaan bencana, isu pariwisata berkelanjutan, dan eksistensi sosial-budaya masyarakat sekitar," katanya.
Atas beberapa upaya yang telah dilaksanakan itulah, Pemprov DIY mengharapkan arahan dan masukan dalam upaya memaksimalkan predikat warisan dunia Sumbu Filosofi Jogjakarta demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.
"Di momentum istimewa ini pula dengan penuh rasa syukur saya mewakili pemerintah daerah dan warga daerah istimewa Jogjakarta mengucapkan terima kasih disertai penghargaan yang tinggi kepada jajaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas berbagai dukungan yang telah diberikan. Baik selama masa persiapan pengajuan dan proses sidang, sehingga sumbu filosofi telah diakui sebagai warisan dunia," ujarnya.
Raja Keraton itu meyakini kelanjutan dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri dapat memperkuat eksistensi dan gemilang kiprah sumbu filosofi khususnya dalam perspektif global.
"Semoga segala sesuatu yang diupayakan dapat memperkuat eksistensi sumbu filosofi Yogyakarta, dapat memeperkaya keragaman budaya dunia, dalam nilai-nilai universalitas, kohesi kultural dan kemanusiaan," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad