Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komunitas Berbagi Beras Miliki 450 Relawan, Bagikan Hampir ke Seluruh Wilayah DIY, Swadaya Beli Bensin Atau Makan

Khairul Ma'arif • Selasa, 26 Desember 2023 | 22:12 WIB
KONSISTEN: Proses penyaluran beras ke warga yang membutuhkan oleh relawan KBB. (Zaenuri For Radar Jogja)
KONSISTEN: Proses penyaluran beras ke warga yang membutuhkan oleh relawan KBB. (Zaenuri For Radar Jogja)

 

BANTUL - Komunitas Berbagi Beras (KBB) di Srandakan, Bantul, miliki sekitar 450 relawan dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dari jumlah itu, beras dibagikan ke hampir seluruh wilayah DIY setiap bulan. Sumber pendanaan yang dimiliki terdapat dari beberapa donatur.


Ketua KBB Zaenuri mengatakan, komunitas yang dipimpinnya berdiri pada Ramadhan 2018 lalu. Agenda rutin utama ialah membagikan beras rutin ke duafa kategori miskin mutlak di sejumlah wilayah DIY.

Selain itu, ada kegiatan rutin lainnya yaitu mengelola peminjaman gratis wakaf ratusan kursi roda. Jumlahnya ada sekitar tiga ratus. Ada pula santunan rutin yatim-piatu, wakaf Alquran dan iqra, serta bantuan lainnya.


Ada juga kegiatan tak tetap lainnya. Di antaranya, pembangunan masjid, bedah rumah, kurban, dan kebencanaan.

"Sasaran kami adalah keluarga kategori miskin mutlak yang telah melalui tahap verifikasi berjenjang," katanya beberapa waktu laki.

Sekarang ada 2.400 keluarga tersurvei dalam data penerima tetap yang tersebar di 50 kapanewon di DIY. 


Menurutnya, tujuan utama murni karena ibadah. Relawan mayoritas didominasi oleh anggota Karang Taruna setempat.


Zaenuri menyampaikan, masyarakat yang mau ikut partisipasi dalam bentuk donasi bisa lewat rekening bersama KBB. Bantuan tunai bisa ke bendahara. Bahkan, bisa pula membantu dalam bentuk tenaga sebagai relawan.

Menurutnya, sumber pendanaan kegiatan berasal dua. Yakni, donatur tetap dan donatur tak tetap.

Dia membeberkan, donatur tetap bersumber dari sekitar 400 anggota. Setiap bulan bersedekah sesuai kemampuan masing-masing.


Sedangkan donatur tidak tetap merupakan mereka yang sedekah sewaktu-waktu dengan nominal tertentu.

"Saat ini setiap bulan terkumpul sekitar Rp 50 juta. dulu sebelum pandemi Covid-19, pernah mencapai mendekati Rp 300 juta sebulan," ucapnya.

Penyaluran bantuan dilakukan sebulan sekali. Setiap hari Minggu di akhir bulan.

Zaenuri menceritakan, pernah per orang menrima 7,5 kilogram. Pernah pula 5 kg. Akhir-akhir ini, 4 kg per orang karena harga beras mahal. 


"Distribusi kami membutuhkan waktu satu minggu. Setelah proses distribusi selesai, dilanjut proses rekapan dan laporan distribusi serta update perkembangan data sasaran di tiap korwil," ujar Zaenuri.

Menurutnya, kegiatan yang bergerak di DIY hanya untuk berbagi beras. Tetapi, kegiatan lain seperti membangun masjid, kurban, bedah rumah, dan wakaf kursi roda sudah dilakukan di berbagai daerah.

Dia mencontohkan, pada 2022 membangun masjid di Kebumen. Sedangkan kursi roda diberikan kepada penerima di Purbalingga. Saat terjadi bencana alam Gunung Semeru meletus, juga mengirimkan bantuan. 


Zaenuri menegaskan, seluruh donasi yang masuk disalurkan penuh. Sebab, pengurus maupun relawan tidak menerima gaji maupun mendapat biaya operasional.

Awal mula KBB berdiri dari alumni SMA Sanden Bantul angkatan 2017. Mereka membentuk komunitas alumni SMA Sanden untuk berkegiatan sosial seperti berbagi sembako.

"Terutama, simbah sebatang kara yang butuh santunan rutin. Terutama, terkait pangan," ungkapnya.

Di saat yang bersamaan, banyak orang di luar alumni tertarik gabung. Oleh karena itu, diputuskan membentuk komunitas terbuka untuk umum pada bulan puasa 2018 lalu. Namanya Komunitas Berbagi Beras. 


Sementara itu, seorang relawan Suyanti mengaku, ikut menjadi bagian KBB karena panggilan jiwa. Dia ingin membantu sesama. Terutama, terhadap lansia dhuafa dan yatim piatu.

"Awalnya bergabung, diajakin temannya," ujarnya. 


Dia mendapat banyak cerita dan pengalaman selama menjadi relawan KBB. Menurutnya, tidak ada orientasi menambah penghasilan selama ikut KBB.

Itu lantaran pada dasarnya relawan tidak diberi gaji, honor, ataupun uang lelah.

"Justru, relawan semuanya swadaya, baik untuk beli bensin ataupun makan. Intinya, relawan meluangkan waktu dan tenaga juga," katanya. (rul)

Editor : Amin Surachmad
#komunitas #Berbagi Beras #DIY