Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Santai Saja... Dituduh Bikin Hoaks Intimidasi, Butet Tanggapi Santai Pelaporan Namanya ke Bareskrim Polri

Dwi Agus. • Sabtu, 9 Desember 2023 | 23:47 WIB
FOKUS: Butet Kartaredjasa di rumahnya Kasihan, Bantul, Sabtu (9/12). (Dwi Agus/Radar Jogja)
FOKUS: Butet Kartaredjasa di rumahnya Kasihan, Bantul, Sabtu (9/12). (Dwi Agus/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Butet Kartaredjasa tanggapi santai adanya pelaporan namanya ke Bareskrim Mabes Polri. Diketahui bahwa Komunitas Advokat Lingkar Nusantara (Lisan) melaporkan Butet atas perbuatan hoaks intimidasi.

Tepatnya setelah Butet mengaku mendapatkan intervensi dalam pementasan Teater lakon Musuh Bebuyutan di Taman Ismail Marzuki pada Jumat (1/12).


Butet mempersilakan pihak yang dirugikan untuk melaporkan namanya. Namun, Butet bersikukuh bahwa yang disampaikannya adalah fakta publik. Berupa adanya permintaan untuk tidak menampilkan isu politik dalam pementasannya.


“Lalu saya sekarang dituduh mau dilaporkan ke Bareskrim katanya saya bikin hoaks melebih-lebihkan. Ya orang bisa berbeda pendapat karena menurut yang mereka itu mungkin yang dimaksud kesenian itu sebatas dangdut, joget gemoy, gitu lah yang entertainmen. Padahal, kesenian itu lapisnya macam-macam,” jelasnya ditemui di kediamannya Kasihan, Bantul, Sabtu (9/12).


Butet menjelaskan bahwa seni juga merupakan representasi kegelisahan. Termasuk mengangkat suara rakyat dan dinamikanya. Seni juga merupakan salah satu wujud kebebasan berdemokrasi dan kontrol sosial.


Dia lalu mencontohkan sastra yang berangkat dari pemikiran dan esai. Lalu teater yang mengambil cerita nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hingga goresan lukisan yang mencerminkan kegelisahan dari pelukisnya.


“Ada pemikiran-pemikiran di dalamnya diungkapkan dengan simobol-simbol mempertemukan hal-hal yang tidak ada dalam kenyataan dan akhirnya tercipta di dalam karya visual. Itu juga pemikiran bisa bicara politik. Ada idiom-idiom, ikon-ikon itulah seni, seni bukan hanya untuk joget-joget, seni bukan hanya entertainmen. Tolong dipahami, seni hiburan dan seni yang lain itu berbeda,” tegasnya.


Butet mengaku heran dengan adanya intervensi tersebut. Terlebih setelah puluhan kali bermain teater dengan mengangkaat isu serupa.

Baik tentang keresahan isu sosial hingga isu politik. Semuanya dikemas dalam sebuah pementasan yang syarat akan nilai kehidupan.


Butet mengaku tidak hanya kali ini dia pentas dalam masa Pemilu. Tercatat sudah tampil sebayak 41 Kali dan tiga kali bersamaan dengan masa pemilu. Hanya saja baru kali ini ada intervensi tidak menampilkan isu politik.

Baca Juga: PSIS vs Borneo FC: Duel Papan Atas, PSIS Tak Gentar Hadapi Catatan Apik Borneo


“Sudah melewati 3 kali musim kampanye musim pemilu dan tidak pernah ada lampiran surat yang kutandatangani dengan redaksional seperti itu bahwa harus berkomitmen tidak bicara politik, tidak pernah ada sebelumnya, baru kali ini. Itulah yang kusebut sebagai dugaan intimidasi dan memang mencemaskan para pemain. Saya, Agus Noor, penulis naskah dan sutradaranya ya cemas to, kok ada ginian, ya, kok ganjil, ya,” ujarnya. (dwi)

Editor : Amin Surachmad
#Mabes Polri #Butet Kartaredjasa