Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Optimalkan Harga Pangan, Pemkab Bantul Gelar Gerakan Pangan Murah

Gregorius Bramantyo • Rabu, 29 November 2023 | 13:05 WIB
MURAH: Warga membeli kebutuhan pokok murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Dwi Sapta, Kalurahan Ringinharjo, Kapanewon Bantul, Selasa (28/11). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
MURAH: Warga membeli kebutuhan pokok murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Dwi Sapta, Kalurahan Ringinharjo, Kapanewon Bantul, Selasa (28/11). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

 
BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Dwi Sapta, Kalurahan Ringinharjo, Kapanewon Bantul, Selasa (28/11).
 
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul ini dalam rangka untuk menyambut Hari Pangan Nasional. Juga, untuk mengoptimalkan harga pangan dan sebagai salah satu bentuk pengendali inflasi.
 
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan, kegiatan Gerakan Pangan Murah sebelumnya sudah dilaksanakan di sejumlah lokasi.
 
 
Seperti di Ganjuran, Kretek, dan Kompleks Pemda 2 Manding. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun. 
 
“Hanya volume setiap tahunnya berbeda. Sesuai dengan kemampuan penganggaran,” katanya, Selasa (28/11).
 
Anggaran untuk Gerakan Pangan Murah ada yang berasal dari APBN dan APBD. Untuk kegiatan di Ringinharjo sendiri menggunakan anggaran APBD.
 
Joko menjelaskan, ada sejumlah bahan kebutuhan pokok yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah tersebut.
 
 
Di antaranya beras, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, tepung, bawang merah, dan bawang putih. Berbagai kebutuhan pokok itu dijual dengan harga lebih murah dibanding harga di pasaran. 
 
Pihaknya bekerja sama dengan Bulog dan sejumlah distributor untuk menjual berbagai bahan pokok itu di bawah harga pasar.
 
Sejumlah distributor itu antara lain PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, KT Ngudi Makmur, UD Sumber Telur Jaya, dan sejumlah gabungan kelompok tani.
 
“Yang jelas pemerintah membantu transportasi distribusinya,” ujar Joko.
 
Gerakan Pangan Murah ini juga berpengaruh terhadap kebutuhan suplai masyarakat menjelang akhir tahun. Sebab, sejumlah harga bahan pokok saat ini masih relatif tinggi seperti beras.
 
 
Ini dipengaruhi oleh faktor belum panennya padi akibat El Nino. Hal itu membuat para petani mengubah pola menanam dari padi ke palawija.
 
“Kemudian gula pasir sekarang sudah Rp 18 ribu per kilogram, ada kenaikan menghadapi Nataru, kan kasihan masyarakat kecil,” ucapnya.
 
Lurah Ringinharjo Sulistiya Atmaji menjelaskan, harga bahan pokok dalam Gerakan Pangan Murah ini selisih seribu rupiah hingga dua ribu rupiah di bawah harga pasaran.
 
Karena kegiatan ini menggunakan anggaran APBD, maka kuota bahan pokoknya relatif lebih kecil.
 
“Sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan banyak warga,” jelasnya.
 
Atmaji membeberkan, ada batasan bagi warga yang membeli di Gerakan Pangan Murah ini. Warga yang merupakan pedagang tidak diperbolehkan.
 
Karena, dikhawatirkan warga yang merupakan pedagang akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kulakan. Pihaknya memprioritaskan kepada warga yang tidak mampu.
 
 
“Kami saring lewat data identitas diri seperti KTP dan daftar kemiskinan. Tapi kalau sudah banyak begini banyak mungkin ada beberapa yang lolos,” bebernya.
 
Ia berharap kegiatan ini bisa sedikit membantu warga. Di mana harga bahan pokok saat ini sedang melambung tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa terus berlanjut.
 
“Tujuan utamanya adalah menjaga inflasi di Kabupaten Bantul dan untuk mengontrol harga di pasar- pasar umum,” ujar Atmaji.
 
Jumlah warga yang datang dan membeli kebutuhan bahan pokok dalam kegiatan ini berjumlah sekitar dua ribu orang.
 
Penyelenggara menargetkan bahan pokok habis terjual pada pukul 12.00 siang. Namun karena antusiasme masyarakat, bahan-bahan pokok sudah ludes pada pukul 10.00 siang.
 
Salah warga, Baidah, 57, membeli sejumlah bahan pokok seperti minyak goreng, tepung terigu, gula, dan telur.
 
 
Ia mengaku, ada batasan jumlah di beberapa bahan pokok. Seperti gula dan tepung terigu yang dibatasi maksimal dua kilogram. Juga beras yang hanya boleh membeli maksimal satu karung ukuran lima kilogram.
 
“Kalau minyak goreng berapa saja boleh,” ungkapnya.
 
Baidah menyebut, harga bahan pokok dalam Gerakan Pangan Murah ini cukup membantu. Sebab harganya lebih murah seribu rupiah hingga dua ribu rupiah dari harga di warung atau pasar. Untuk mendapatkan bahan pokok, ia perlu mengantre sekitar satu jam.
 
“Bahan pokok ini cukup untuk keperluan dua sampai tiga bulan,” kata warga Kalurahan Guwosari, Pajangan, ini. (tyo)
 
 
 
 
 
Editor : Amin Surachmad
#Bantul #pangan murah #bahan pokok