BANTUL - Pemprov DIY berencana merealisasikan jaminan hidup (jadup) bagi lansia pra sejahtera pada 2024. Untuk Kabupaten Bantul, jadup lansia akan dialokasikan kepada 1.665 jiwa.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Priyanto mengatakan, jadup lansia pra sejahtera itu berasal dari dana keistimewaan (danais) tahun 2024.
Nantinya lansia pra sejahtera penerima manfaat jadup akan diberikan voucher sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan.
”Bukan dalam bentuk cash tunai, melainkan voucher,” katanya, Minggu (26/11).
Ia menjelaskan, voucher tersebut dapat digunakan dengan menukarkannya ke warung tertentu yang telah ditunjuk Pemkab Bantul.
Meskipun saat ini pemerintah belum menentukan warung atau kios mana saja yang dapat ditukarkan voucher itu.
”Cuma arahnya nanti ke sana. Untuk penyedianya baru akan ditentukan,” ujarnya.
Priyanto menyampaikan, pemberian dalam bentuk voucher makanan dilakukan agar pemanfaatan jadup lansia tidak disalahgunakan untuk keperluan lain. Harapannya, pemberian voucher itu bisa
dimanfaatkan seperti permakanan nontunai. ”Wujudnya barang. Agar tidak untuk digunakan yang lain,” tambahnya.
Sementara bagi lansia yang telah mendapatkan bantuan sosial (bansos) lainnya, tidak akan diberikan jadup lansia. Seperti lansia yang telah menerima jaminan kesehatan dan pemberian makanan bergizi dalam program Boga Sehat.
”Yang dapat Boga Sehat, tidak dapat jadup. Biar saling kolaborasi,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Bantul Gunawan Budi Santoso menyebut, sebagian besar warga miskin ekstrem di Bantul merupakan lansia. Meski begitu, ia tidak menyampaikan jumlah pasti persentase warga lansia miskin.
Sebab, pemkab fokus untuk memberikan layanan kepada lansia yang merupakan warga miskin ekstrem.
Beberapa program yang dilakukan, antara
lain, melalui jaminan kesehatan dan pemberian makanan bergizi dalam program Boga Sehat.
Ia menyebut, program jaminan kesehatan itu tidak bisa ditawar. Karena lansia selalu berhubungan dengan pelayanan kesehatan.
”Harapan kami dengan jaminan kesehatan ini, layanan kesehatan bagi warga lansia dapat diakses secara gratis,” harapnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad