Momentum Nataru, Pemprov DIY Bakal Lakukan Manajemen Lalu Lintas Cegah Kepadatan, Kalau Macet Harus Sabar
Winda Atika Ira Puspita• Senin, 27 November 2023 | 01:04 WIB
CEPAT: Bus Trans Jogja melintas di Jl Pasar Kembang Jogja. (Dwi Agus/Radar Jogja)
JOGJA - Pemprov DIY mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi pada masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nararu).
Salah satu upayanya melalui manajemen rekayasa lalu lintas untuk menghindari kepadatan.
Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, setiap kali Nataru kebiasaan orang kembali ke kampung halaman dengan segala kecanggihan terutama dengan kendaraan pribadi.
Ini yang akan berpotensi membuat kepadatan lalu lintas di Kota Jogja.
"Kita harus atur ritme pemecahan apalagi kerumunan ya, walaupun nantinya sulit. Tapi akan coba kita lihat atur lah," katanya Minggu (26/11).
Beny menjelaskan wisatawan domestik dipastikan akan meningkat pada momentum Nataru nanti. Maka, dibutuhkan upaya untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas.
Dalam hal ini, pemprov akan melakukan konsolidasi dengan semua pihak kabupaten dan kota. Terutama masuk menjelang Nataru akan dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas atau pemecahan.
"Kalau macet, ya, harus sabar, karena jalannya kan statis dengan bus yang masuk kan sangat memakan badan jalan. Kalau ini bisa diantisipasi tidak semua masuk ke kota pasti bisa kita pikirkan," ujarnya.
Beny menyebut rekayasa-rekayasa lain juga bakal dilakukan seperti manajemen tempat khusus parkir (TKP).
Bisa dimungkinkan akan diatur agar tidak ada penumpukan di TKP maupun antrean yang masuk. Sehingga tidak turut berpotensi menambah kemacetan.
"Misalnya sebelum masuk kota pengunjung sudah bisa melihat berapa yang tersedia. Sehingga misalnya kalau tinggal sedikit kapasitas parkirnya bisa distop masuk kota, arah ke tempat lain," jelasnya. (wia)