BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengevakuasi dua ular yang masuk ke dalam rumah warga di dua lokasi berbeda pada Kamis (23/11).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul Irawan Kurnianto menuturkan, evakuasi ular pertama di Padukuhan Sonosewu, Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan.
Ular tersebut ditemukan merambat di tempat tidur sekitar pukul 08.00. Kejadian itu berlangsung di indekos milik Widodo Yudo Baskoro.
Ia menjelaskan, penyebab ular sanca dengan panjang sekitar 60 sentimeter tersebut masuk ke indekos dan kamar Widodo serta bersembuyi di lemari.
"Itu kemungkinan mengejar mangsa (tikus), karena curah hujan belum signifikan mempengaruhi habitat ular," katanya, Kamis (23/11).
Irawan mengatakan, temuan ular sanca itu berlangsung saat Widodo sedang beristirahat di dalam kamarnya. Tiba-tiba, Widodo melihat seekor ular merambat di tempat tidurnya.
"Dikarenakan takut, pelapor (Widodo) langsung menghubungi BPBD Bantul guna dilakukan evakuasi," ujarnya.
Proses evakuasi itu berjalan aman seusai petugas BPBD Bantul menerjunkan empat personel dengan dukungan sarana prasarana stik, penjepit ular, hingga alat pelindung diri.
"Evakuasinya tidak lama, tertangkap di dekat lemari," imbuhnya.
Evakuasi ular lainnya dilakukan di Kalurahan Wonocatur, Kapanewon Banguntapan, pukul 09.30. “Saat pemilik rumah sedang membersihkan kamar melihat ada ular berwarna hijau, karena takut langsung melapor ke Pusdalops Bantul,” jelas Irawan.
Dalam evakuasi ini, sebanyak lima personel terlibat dengan menggunakan peralatan APD lengkap, sarung tangan dan stik ular.
Ular yang dievakuasi tersebut berukuran kecil. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi dalam kejadian ini. Setelah dievakuasi, ular dilepas kembali di tempat yang aman dari permukiman.
"Ularnya dilepas kembali,” ungkapnya.
Selama 2023, sudah ada 224 ular dievakuasi oleh petugas BPBD melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Kemudian, Damkar Bantul telah mengevakuasi total sebanyak 868 binatang pada 2023.
Dengan rincian tawon 511 penanganan, ular 224 penanganan, kucing 53 penanganan, biawak 61 penanganan, burung 10 penanganan, ulat tiga penanganan, sapi satu penanganan, dan anjing dua penanganan. Selain itu, katak, kambing, dan musang masing-masing satu penanganan. (tyo)
Editor : Amin Surachmad