BANTUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul menerima kiriman logistik untuk Pemilu 2024 berupa kotak suara sejumlah 6.025 lembar pada Kamis (9/11).
Ribuan lembar kotak suara itu dikirim secara bertahap dengan total keseluruhan 15.830 lembar.
Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengatakan, logistik yang sudah tiba disimpan dalam gudang dalam standar pengamanan yang ketat.
Gudang penyimpanan logistik di Gabusan, Timbulharjo, Sewon, itu juga dilengkapi dengan keamanan ganda dan dijaga selama 24 jam.
“Baik dari pengamanan kepolisian maupun dari pengamanan internal KPU Bantul serta dipasang kamera pengawas CCTV,” katanya, Kamis (9/11).
Nantinya, 15.830 kotak suara itu akan disebar ke 3.166 tempat pemungutan suara (TPS) se Kabupaten Bantul. Di mana masing-masing TPS akan mendapatkan lima kotak suara. “Sesuai dengan jenis pemilihan, di mana ada lima jenis,” ujar Joko.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menunggu pengiriman logistik segel kotak suara. Di mana menurut rencana akan didistribusikan pada bulan November ini.
Sementara itu, pihaknya juga masih menanti 11.530 lembar kotak suara tersisa yang dikirim dari Gresik.
“Insyaallah akan dikirim minggu-minggu ini,” imbuhnya.
KPU RI sendiri merancang kotak suara yang lebih kuat untuk digunakan saat hari pemungutan suara Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 mendatang.
Prinsip rancangannya dari segi spesifikasi, kotak suara akan diperkuat dibandingkan waktu pelaksanaan Pemilu 2019.
"Dengan rancangan yang lebih kuat, harapannya kotak suara Pemilu 2024 dapat semakin kuat dan tahan dari berbagai potensi kerusakan yang ada,” ujar Joko.
Dalam mengatur kotak suara yang lebih kuat untuk Pemilu 2024, KPU RI mengatur perubahan ketebalan beberapa spesifikasi kotak suara tersebut.
Di antaranya, mengubah ketebalan sisi luar kotak suara yang terbuat dari bahan duplex coated itu.
Yakni, dari ketebalan 200 gram per meter persegi di Pemilu 2019 menjadi 250 gram per meter persegi untuk Pemilu 2024.
Di samping itu, KPU RI memperkuat sisi dalam kotak suara yang terbuat dari bahan karton kraft. Yaitu, dari ketebalan 200 gram per meter persegi pada Pemilu 2019 menjadi 275 gram per meter persegi untuk Pemilu 2024.
Karena ada penambahan spesifikasi untuk memperkuat kotak tersebut, pada Pemilu 2019 berat kotak suara 2,06 kilogram. Untuk Pemilu 2024, menjadi 2,26 kilogram.
“Kemudian daya angkut masih sama, 20 sampai 30 kilogram,” jelas Joko.
Selain mengubah ketebalan sisi luar dan dalamnya, KPU RI juga mengatur perubahan ukuran jendela kotak suara. Atau bagian transparan yang ada di tengah-tengah kotak suara.
KPU memperkecil lebar dan tinggi jendela kotak suara yang pada Pemilu 2019 berukuran lebar 20 centimeter dan tinggi 25 sentimeter. Menjadi berukuran lebar 17 centimeter dan tinggi 20 centimeter untuk Pemilu 2024.
Ukuran jendela kotak suara itu diperkecil. Sebab jika semakin lebar bagian transparan di kotak suara, hal itu akan semakin mengurangi kekuatan dari kotak suara.
Sebelumnya, KPU Bantul telah menerima tinta pemilu sebanyak 6.332 botol dan bilik suara sejumlah 12.664. Sementara logistik tahap kedua berupa alat kelengkapan pencoblosan. Yakni surat suara, bantalan, paku, dan formulir.
Pendistribusian logistik tahap pertama dan kedua akan dirampungkan pada bulan November 2023 ini. Sebab, pada bulan Desember 2023, semua alat kelengkapan akan mulai dikemas dan di-setting. Sebelum nantinya akan didistribusikan ke masing-masing TPS.
“Distribusi ke TPS maksimal H-1 Pemilu,” ujar Joko.
Ia berharap logistik Pemilu 2024 dapat dikirim sesuai waktu yang telah ditentukan. Selain itu, jumlah dan kualitas yang dikirim dapat sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. (tyo)
Editor : Amin Surachmad