BANTUL - Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 18 akan segera tersambung pada akhir 2024 mendatang. Pemkab Bantul berharap JJLS Kelok 18 bisa menjadi suatu kawasan ikonik yang dapat mencuri perhatian para wisatawan dari manapun.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, kawasan JJLS Kelok 18 diharapkan menjadi salah satu tambahan destinasi wisata di wilayah Kabupaten Bantul.
Menurutnya, keberadaan JJLS Kelok 18 justru akan menambah daya tarik orang untuk datang ke Bantul. Hal yang menjadi persoalan adalah bagaimana kenyamanan pengunjung tetap diperhatikan.
“Termasuk dalam rangka persiapan untuk mengoperasionalkan retribusi yang nanti dimungkinkan akan pindah di selatan JJLS,” katanya, Jumat (3/11).
Menurutnya, investor juga memiliki peranan penting dalam pembangunan pariwisata di kawasan JJLS Kelok 18. Peran investor diperlukan karena Pemkab Bantul memiliki keterbatasan dana untuk membangun destinasi di kawasan Kelok 18.
Kecuali di tingkat nasional, di mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memungkinkan. “Tapi, kalau APBD sepertinya tidak mudah,” ungkapnya.
Kwintarto menilai, kawasan JJLS Kelok 18 nanti bisa menjadi suatu kawasan ikonik yang akan perhatian para wisatawan. Keberadaan Kelok 18 bisa jadi dinikmati pada pagi, sore, bahkan malam hari.
"Maka keberadaan Kelok 18 bisa menstimulasi banyak hotel di kawasan pantai selatan,” ujarnya.
Dengan adanya hotel yang representatif, menurutnya, akan menambah length of stay wisatawan di kawasan pantai selatan. Namun, terlebih dulu harus dibangun infrastruktur dan akomodasi wisata yang cukup.
“Termasuk, misalnya kalau tidak ada hotel, ya, dibangun home stay yang standar, yang orang nyaman tinggal di situ,” ujarnya.
Tidak hanya hotel, menurutnya, di kawasan tersebut juga bisa dibangun mall. Karena ketika kondisi wisatawan sudah ramai, diperlukan ketersediaan pusat perbelanjaan.
Di area itu lalu juga dapat dibangun fasilitas yang terkualifikasi untuk menampung jumlah wisatawan yang cukup banyak. Saat ini, di Bantul masih sulit mencari restoran yang dapat menampung 500 orang. “
"Paling 200 orang, cari yang di atas 300 tidak mudah. Ke depan itu adalah peluang untuk membangun kawasan selatan,” kata mantan Panewu Sewon ini.
Sementara itu, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Fenty Yusdayati mengatakan, untuk bidang wisata, pengembangan dilakukan di sekitar kawasan Pantai Depok yang akan semakin banyak digunakan untuk kegiatan wisata.
“Itu menjadi wisata yang berkualitas. Uangnya banyak, tinggal berbenah. Kami sedang menyusun RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang),” ujarnya.
Pemkab Bantul juga akan memberikan sejumlah pelatihan peningkatan kapasitas bagi masyarakat terdampak JJLS dan Kelok 18.
"Kami berikan kesempatan aktivitas yang mendukung seperti di sektor pariwisata dan pelatihan lainnya sesuai kemampuan,” katanya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad