Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meningkatkan Mood, Ngakunya Usaha Angkringan Ternyata Pabrik Happy Water dan Keripik Pisang Narkotik

Dwi Agus. • Jumat, 3 November 2023 | 22:21 WIB

 

TUNTASKAN: Wakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santoso saat pengungkapan  peredaran narkoba Kamis (3/11). (Dwi Agus/Radar Jogja)
TUNTASKAN: Wakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santoso saat pengungkapan peredaran narkoba Kamis (3/11). (Dwi Agus/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Wakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santoso sebut pabrik narkotika di Jogjakarta menyaru usaha industri rumahan.

Inilah yang membuat warga sekitar lokasi awalnya tidak curiga. Hingga akhirnya terjadi penggerebekan oleh Bareskrim Polri dan Polda DIY Kamis malam (2/11).


Slamet menuturkan, narkotika dikemas dalam wujud keripik pisang dan cairan. Dijual dengan nama Keripik Pisang dan Happy Water di media sosial.

Untuk keripik pisang ditaburi bubuk narkotika layaknya keripik pisang rasa. Sementara Happy Water berupa cairan yang diteteskan ke air minum atau cemilan.


“Jadi, ini itu campuran antara amfetamin sabu, juga ada beberapa hal itu dicampur dikombinasikan dengan keripik pisang atau Happy Water. Itulah membuat seseorang hilang kesadaran atau fly kalau mengonsumsinya,” jelasnya ditemui di pabrik produksi Happy Water di Banguntapan, Bantul, Jumat (3/11).


Slamet menuturkan, modus ini sangatlah berbahaya bagi masyarakat. Ini karena narkotika tersamar menjadi keripik dan cairan minuman. Bahkan, berpotensi pula dikonsumsi oleh kalangan usia pelajar.

 

Efek dari narkotika ini, lanjutnya, dapat menaikan mood. Kondisi ini mirip dengan pasca mengonsumsi sabu. Hanya saja wujud dari narkotika kali ini dalam bentuk keripik pisang dan cairan.


“Efeknya bisa meningkatkan mood seperti obat perangsang, eforia bahagia. Hampir sama dengan narkotika yang sudah-sudah,” katanya.


Sosok yang ditangkap di Banguntapan bernama Rohandi. Warga sekitar, lanjut Slamet, awalnya tidak menaruh kecurigaan. Terlebih sosok ini juga telah melakuan perkenalan dengan RT dan RW setempat.

Baca Juga: Bareskrim Ungkap Perdagangan Narkoba Jenis Happy Water dan Keripik Pisang di Yogyakarta


“Pelaku disini kontrak baru dua bulan. Warga kenalnya, ya, cuma pengontrak dan punya usaha. Warga tidak tahu ternyata yang diproduksi itu narkotika,” ujarnya.


Pemilik kontrakan, Wahyuni, 66, tidak mengetahui rumahnya dijadikan rumah produksi narkotika. Sosok Rohandi, lanjutnya, juga kooperatif saat dimintai sejumlah identitas diri. Seperti KTP hingga kartu keluarga.


Saat pertama kali datang, Rohandi mengaku kepada Wahyuni ingin membuka usaha di Jogjakarta. Tujuannya untuk menghidupi istri dan keempat anaknya. Namun, Rohandi hanya menghuni rumah ini sendirian.


“Tidak tahu usahanya apa. Izin awalnya itu mau buka angkringan di Jogja,” bebernya. (dwi)

Editor : Amin Surachmad
#Wakapolda DIY #Slamet Santoso #pabrik narkotika