Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satu Meninggal dan 42 Selamat, Sejak Januari Terjadi 14 Laka Laut di Parangtritis dan Depok

Gregorius Bramantyo • Selasa, 31 Oktober 2023 | 22:49 WIB
RAMAI: Suasana Pantai Parangtritis di Bantul, DIY, saat dipenuhi wisatawan, Sabtu (28/10), sembilan siswa MTsN 2 Magetan terseret ombak di objek wisata tersebut. (ARI BUDI UNTUK RADAR MADIUN)
RAMAI: Suasana Pantai Parangtritis di Bantul, DIY, saat dipenuhi wisatawan, Sabtu (28/10), sembilan siswa MTsN 2 Magetan terseret ombak di objek wisata tersebut. (ARI BUDI UNTUK RADAR MADIUN)

BANTUL - Sejak Januari hingga Oktober 2023 telah terjadi 14 kasus kecelakaan laut di wilayah Pantai Parangtritis dan Pantai Depok, Bantul. Dari 14 kasus tersebut, 42 korban berhasil diselamatkan. Sementara satu korban tercatat meninggal dunia.

Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis M  Arief Nugraha mengungkapkan, kejadian terakhir terjadi pada Sabtu (28/10) dan Minggu (29/10). Sebanyak sembilan pelajar asal Magetan terseret ombak di Pantai Parangtritis pada Sabtu (28/10) siang.

Dua puluh personel tim rescue dikerahkan dan berhasil menyelamatkan sembilan pelajar tersebut. “Hari Minggu juga ada dua korban dan semuanya selamat,” katanya saat dihubungi, Senin (30/10).

Kejadian kecelakaan air paling banyak terjadi pada bulan Februari dengan jumlah empat kasus. Namun jika dilihat dari jumlah wisatawan yang menjadi korban, bulan Oktober dan Maret adalah yang terbanyak dengan jumlah masing-masing 11 korban.

Sedangkan korban yang tidak berhasil diselamatkan terjadi pada bulan April. Di mana, ada satu korban meninggal dunia.

Inug, sapaan akrabnya, mengatakan, dari total jumlah kejadian tersebut, semua korban berhasil ditemukan. Baik yang selamat maupun meninggal dunia. Kejadian di bulan Oktober 2023 sendiri terjadi setelah tak ada kejadian kecelakaan laut sepanjang Juli hingga September 2023.

Menurutnya, kecelekaan di pesisir selatan Bantul, terutama wilayah Parangtritis dan Depok, disebabkan karena dalamnya palung laut dan kuatnya tarikan ombak.

Kondisi air pasang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Namun baginya, yang lebih berpengaruh adalah perilaku wisatawan yang mungkin tidak mematuhi batas-batas aman di sekitar pantai.

Di tepi laut, terutama di sepanjang pinggiran pantai selatan, gelombang tiba-tiba bisa menjadi besar. Hal ini dapat mengakibatkan orang terseret ke arah selatan.

"Intinya kalau berani main air, ya berani keli. Orang harus berhati-hati dan tidak mengambil risiko bermain air terlalu jauh ke tengah laut,” ujar Inug.

Untuk mencegah terjadinya kejadian serupa, pihaknya melarang wisatawan untuk tidak berenang di laut. Upaya pencegahan yang dilakukan seperti pemasangan papan peringatan. Yang jelas menandakan kawasan berbahaya.

“Meskipun sudah ada imbauan untuk tidak berenang, sering kali terdapat insiden di mana wisatawan tidak mematuhi himbauan ini,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, keselamatan di destinasi wisata melibatkan kolaborasi dari beberapa pihak terkait keamanan.

Beberapa kegiatan keamanan dikerjakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), dan Badan SAR Nasional (Basarnas).

“Karena Dinas Pariwisata tidak memiliki kualifikasi atau kemampuan untuk menjalankan fungsi keamanan tersebut,” ungkapnya.

Ia menyebut, di objek wisata air termasuk pantai, tim penyelamat setidaknya wajib memiliki pelatihan dasar terkait penyelamatan korban. Standarisasi terkait keamanan objek wisata pun sudah dipersiapkan semaksimal mungkin.

Namun, terkadang ada kejadian yang sulit diprediksi. Seperti orang yang mungkin tidak mematuhi himbauan dan masuk ke dalam air. Meskipun telah diperingatkan.

Meskipun upaya telah dilakukan secara terorganisir, kejadian yang sulit diprediksi atau perilaku individu yang tidak mematuhi peraturan masih menjadi tantangan.

“Upaya kesadaran dan peringatan kepada pengunjung tetap menjadi faktor penting dalam meminimalisir resiko di destinasi wisata, terutama di area pantai,” tandasnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#pantai depok #kecelakaan laut #pantai parangtritis