BANTUL - Suasana sedikit berbeda di Kalurahan Murtigading, Kepanewon Sanden, Bantul, Jumat malam (20/10). Hal itu karena adanya kabut yang turun hingga sedikit membuat jarak pandang terhalang.
Padahal, jarang sekali malam hari seperti ini Murtigading diselimuti kabut. Pantauan Radar Jogja di lokasi, Jumat (20/10) pukul 22.58 WIB kabut masih menyelimuti salah satu ruas jalan di Murtigading.
Turunnya kabut membuat pandangan jarak jauh terhalang sehingga hanya berjarak beberapa meter saja. Namun, karena kabut menyelimuti saat malam hari aktivitas warga sudah berkurang.
Tentunya kondisi itu tidak mengganggu mobilitas warga sekitar. Tetapi, memang ada sejumlah kendaraan yang lewat meski kuantitasnya tidak banyak.
Warga Murtigading, Sambudi mengatakan, jarang sekali kabut turun saat malam hari seperti ini di desanya. Apalagi, kabut yang turun ini dirasanya cukup tebal.
"Dusun tetangga sampai tidak kelihatan nyala lampu rumah-rumah warga," katanya kepada Radar Jogja, Jumat (20/10).
Dia tinggal di Dusun Kranggan Murtigading, sedangkan dusun sebelahnya ialah Pedukuhan Peciro.
Menurutnya, jika tidak ada kabut, Dusun Peciro terlihat dari tempat tinggalnya. Hal itu karena Kranggan dengan Peciro hanya dipisahkan dengan lahan persawahan.
Oleh karena itu, jika malam hari, Peciro masih terlihat meski dari kejauhan. "Tetapi ini karena ada kabut jadi ketutupan sampai tidak terlihat," tuturnya.
Sambudi tidak mengetahui kabut ini ada sejak jam berapa. Namun, menurutnya, di Kranggan, Murtigading biasanya turun kabut saat menjelang pagi hari.
"Umumnya kabut di sini saat subuh-subuh gitu atau sebelumnya," ucapnya.
Meski begitu, untungnya kabut ini tidak menyelimuti saat siang ataupun sore hari. Jika demikian, mobilitas warga masih sangat intens sekali. (rul)
Editor : Amin Surachmad