RADAR JOGJA - Penemuan kerangka diduga manusia di Banguntapan, Bantul, masih menjadi teka-teki. Penemuan di salah satu rumah di Kepanjen, Jaranan, pada Minggu (8/10) itu terjadi saat sedang dilakukan penggalian untuk septic tank.
Seorang tukang bangunan yang bekerja di rumah itu, Rakam menceritakan awal mula penemuannya. Ia merupakan satu di antara pekerja yang sedang merenovasi rumah itu. Dialah sosok yang kali pertama menemukan kerangka saat sedang menggali septic tank.
Rakam mengaku sudah sekitar sebulanan bekerja memperbaiki rumah itu. "Yang pertama menemukan itu saya," katanya kepada Radar Jogja Jumat (13/10).
Dia menceritakan awalnya lagi menggali tanah untuk septic tank. Saat kedalaman 1,5 meter menemukan kerangka manusia. Menurutnya, dari temuannya itu berbentuk kepala yang masih terlihat. Dia mengaku tidak kaget dan takut atas temuannya.
Rakam sendiri tidak mengetahui rumah yang sedang direnovasi miliki siapa. Dia hanya diajak bekerja untuk membantu memperbaiki bangunan rumah itu. "Kurang paham, saya juga bekerja di sini. Tapi pas disuruh gali septic tank nemu itu, kemarin sudah ditangani pak polisi," tuturnya.
Saat ditemukan sudah keadaan hancur, mungkin karena terkena skop dan linggis saat digali. Pria 46 tahun itu mengungkap, setelah temuan pertama tidak ada temuan kerangka lainnya. Rakam menyampaikan selama bekerja di rumah itu dia juga tidur di situ. "Kepala saja sama tulang-tulang yang hancur," ucapnya.
Selama tidur di rumah itu juga tidak ada hal-hal aneh. Bahkan, kata Rakam, tidak ada kejadian-kejadian yang menyeramkan. "Tidak ada, semuanya biasa saja," ucapnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Bantul Iptu Nengah Jeffry menyebut, saksi Rakam memang menggali tanah untuk septic tank. Setelah menemukan itu, dia melaporkannya kepada kepala tukang dan dditeruskan ke kepolisian.
Menurutnya, dari keterangan warga sekitar menjelaskan bahwa rumah itu sudah ada sejak tahun 1980. Sebelum dibangun kondisi kebun kosong.
Jeffry menambahkan, keterangan pemilik rumah dulu tanah tersebut dibeli pada sekitar 1980 dan kemudian dibangun rumah yang masih berdiri sampai saat ini. Sebelum dibangun rumah, lokasi tersebut adalah tanah kosong.
Untuk sementara ini masalah penemuan kerangka manusia itu diserahkan kepada pemilik tanah dan masyarakat sekitar. Selanjutnya pencarian seluruh kerangka dilanjutkan dan setelah terkumpul nanti oleh masyarakat pemilik tanah, kerangka akan di tempatkan di makam kampung. (rul/laz)