Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Raihan PAD Pariwisata Bantul Separo dari Target

Gregorius Bramantyo • Kamis, 12 Oktober 2023 | 18:35 WIB

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo.GREGORIUS BRAMANTYO/RADAR JOGJA 
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo.GREGORIUS BRAMANTYO/RADAR JOGJA 


RADAR JOGJA - Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Bantul tahun ini diprediksi tak mencapai target. Diperkirakan hingga akhir tahun ini, PAD dari sektor pariwisata hanya akan mencapai sekitar Rp 25 miliar hingga Rp 26 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, capian itu hanya separo dari target awal sebesar Rp 50 miliar. Serta angka tersebut hampir sebanding dengan pencapaian di tahun sebelumnya. “Kenyataannya adalah pariwisata belum pulih sepenuhnya setelah pandemi. Faktor lain yang memengaruhi adalah kondisi ekonomi nasional yang belum membaik sepenuhnya,” katanya saat ditemui Radar Jogja kemarin (11/10).

Kunjungan wisatawan di Bantul sendiri baru mencapai sekitar 70-80 persen dari tingkat sebelum pandemi. Dalam konteks ini, menurutnya diperlukan perhatian khusus terkait alternatif-alternatif pengembangan pariwisata di Bantul.

Tingkat kunjungan di hari biasa juga belum mencapai level yang diharapkan. Sebelum pandemi, tingkat kunjungan di luar musim ramai (low season) berkisar 2.000-3.000 pengunjung, jarang di bawah angka 2.000. “Saat ini, angka kunjungan biasanya hanya sekitar 1.600 pengunjung. Ini menunjukkan bahwa meskipun masih di musim sepi, angka kunjungan masih di atas level musim sepi sebelumnya,” ujarnya.

Pariwisata di Bantul sendiri menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi. Bulan ini, daerah ini memasuki musim sepi yang berlangsung hingga November. Kunjungan wisatawan selama periode ini relatif rendah. “Hal ini memberikan gambaran bahwa pariwisata masih jauh dari kondisi sebelum pandemi Covid-19,” sebutnya.

Meski demikian, pariwisata Bantul akan tetap menggunakan dua pendekatan. Dengan mendukung pariwisata massal (mass tourism). Karena sebagian besar Pendapatan Daerah Bruto (PDRB) berasal dari pariwisata massal.

Selain itu, Bantul juga akan terus mendorong pariwisata berkualitas (quality tourism). Meskipun kunjungan berkualitas mungkin menghasilkan lebih sedikit pendapatan, namun pariwisata massal tetap menjadi fokus utama. “Itu berarti memberikan pengalaman positif bagi pengunjung, menjaga tingkat kunjungan, dan memastikan keberlanjutan sektor pariwisata,” tandasnya. (tyo/eno)

Editor : Satria Pradika
#pendapatan asli daerah (PAD) #PDRB #Bantul