RADAR JOGJA - Setibanya di Indonesia, Putri Ariani langsung pulang ke Jogjakarta. Setelah beristirahat, dia langsung menuju sekolahnya, SMKN 2 Kasihan atau yang lebih dikenal Sekolah Menengah Musik (SMM) Jogjakarta.
Wajah ceria terpancar saat dia bertemu dengan teman-teman sekolahnya, Minggu (8/10).
Juara 4 America’s Got Talent (AGT) 2023 ini terlihat sangat kangen. Beberapa kali terlihat bersenda gurau dengan teman-temannya.
Dia juga sangat senang karena kedatangannya juga disambut dengan penampilan sajian musik orkestra dari kelompok Double Kwintet String dan Social Call.
“Putri hari ini seneng banget bisa hadir di sekolah ini walaupun sekolahnya lagi libur. Hari Minggu ya, enggak ada pelajar. Karena udah kangen banget ke sekolah berbulan-bulan enggak ke sekolah it’s okay, tapi putri tetep belajar,” jelasnya ditemui di Auditorium SMM Jogjakarta, Minggu (8/10).
Putri juga mengucapkan terima kasih atas dukungan guru dan teman-teman sekolahnya. Tak hanya untuk ajang AGT 2023 tapi juga sekolahnya.
Putri bercerita bahwa selama mengikuti final AGT 2023, para guru dan temannya kerap mengirimkan materi pelajaran.
“Terima kasih juga kepada guru-guru yang selalu memberikan materi, kepada teman-teman juga yang kalian memberi tahu tugas-tugas jadi putri tetap bisa mengerjakan tugas walaupun Putri enggak ada di sekolah,” katanya.
Namun Putri mengaku dalam waktu dekat belum bisa mengikuti sekolah tatap muka. Ini karena padatnya jadwal sepulangnya ke Indonesia.
Dia tak lupa meminta maaf kepada Kepala SMM Jogjakarta Agus Suranto yang kebetulan duduk disl sampingnya.
Putri berjanji akan masuk sekolah jika jadwal sudah lebih luang. Terlebih anak pasangan Ismawan Kurnianto dan Reni Alfianty memang kangen dengan suasana sekolah. Terutama untuk bertemu dengan teman-temannya.
“Rindu serindunya, tapi sudah lumayan terobati karena tadi ada teman string (orkestra) yang keren mainnya,” ujarnya.
Kepala SMM Jogjakarta Agus Suranto tak permasalahkan kesibukan Putri Ariani. Dia memastikan sekolah mendukung sepenuhnya. Untuk terus melanjutkan prestasi dan mengejar mimpi-mimpinya sebagai penyanyi profesional.
“Sekolah memberikan dukungan terbuka pengembangan karya dan potensi anak. Potensi di era sekarang sudah cukup diasah dan dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Agus menuturkan materi pelajaran Putri tidak tertinggal. Sekolah berlangsung secara daring selama Putri mengikuti AGT 2023. Skema ini juga bisa diterapkan saat Putri memiliki banyak agenda sepulangnya ke Indonesia.
“Yes, sesuai dengan Putri. Tapi suatu saat Putri ingin hadir secara offline, sekolah terbuka. Saat ini mencoba meraba bahwa Putri ingin segera bertemu kawan-kawannya di ruang kelas. Itu suatu kerinduan yang tersimpan dibenak Putri,” ujarnya.
Kepulangan Putri disambut permainan orkestra dari Double Kwintet String dan Social Call. Sebanyak 20 siswa SMM Jogjakarta ini memainkan Divertimento in F karya Mozart dance Palladio karya Karl Jenkins. (dwi)