Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Orang di Bantul Meninggal Setelah Tenggak Minuman Keras Oplosan

Gregorius Bramantyo • Rabu, 4 Oktober 2023 | 21:49 WIB
Ilustrasi. (Dok Jawa Pos)
Ilustrasi. (Dok Jawa Pos)

BANTUL - Lima orang meninggal setelah menenggak minuman keras oplosan di Bantul dalam waktu hampir bersamaan.

Terakhir, tiga orang meninggal di Kapanewon Srandakan, pada Selasa (3/10). Ketiganya adalah Madiono, 43; Sarwoko, 44; dan Haryadi, 39.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan, ketiga korban merupakan warga
Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan.

"Pada hari Senin (2/10) korban Madiono mengeluh kalau salah satu matanya tidak bisa melihat," kata Jeffry, Rabu (4/10).

Diceritakan oleh istrinya, korban lalu dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Srandakan dan hanya menjalani rawat jalan.

Pada hari Selasa (3/10), korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke RSUD Panembahan Senopati sekitar pukul 07.00.

“Setelah mendapatkan pertolongan medis, dokter menyatakan korban meninggal dunia karena keracunan alkohol,” lanjut Jeffry.

Sementara Sarwoko dan Haryadi sebelum meninggal juga mengeluhkan hal yang sama. Dari mata yang tidak bisa melihat hingga mengalami sesak napas.

Kedua korban meninggal dunia di RS UII Pandak di hari yang sama usai mendapatkan perawatan medis.

Kasus kematian akibat menenggak miras juga terjadi di wilayah lainnya yang mengakibatkan dua orang meregang nyawa.

Korban adalah Ari Sandiko, 43,warga Kalurahan Palbapang Bantul dan Kornen Santosa, 40, warga Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak.

Keduanya tewas usai pesta miras bersama teman-temannya di rumah korban Ari Sandiko di daerah Palbapang, Bantul. “Dari keterangan saksi, kedua korban bersama teman-temannya melakukan pesta miras pada Minggu (2/10) sore,” ungkap Jeffry.

Korban atas nama Ari Sandiko meninggal dunia di RSUD Panembahan Senopati Bantul pada hari Senin (2/10) usai mengeluhkan tidak enak badan.

Sementara korban atas nama Kornen Santosa meninggal dunia pada keesokan harinya, Selasa (3/10) di rumahnya di Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak.

Jeffry menyebut, belum diketahui dari mana para korban mendapatkan miras tersebut. Untuk kejadian meninggalnya tiga orang karena miras oplosan di Srandakan.

Untuk kasus di Srandakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dari mana korban mendapatkan miras.

"Sementara untuk kasus yang terjadi di Palbapang, Bantul, miras didapat dari saudara Ari Sandiko yang juga menjadi korban,” beber Jeffry.

Polisi juga masih mendalami apakah ada keterkaitan kasus miras oplosan di Srandakan dan Palbapang yang merenggut lima korban jiwa tersebut.

Menurut Jeffry, hilangnya nyawa yang diakibatkan miras oplosan menjadi komitmen Polres Bantul untuk menjadikan Bantul bebas dari miras khususnya miras oplosan. Hal ini demi menjaga kamtibmas yang aman dan nyaman di wilayah Bantul.

“Sering kali miras menjadi faktor pertama dalam tindak kejahatan. Miras juga dapat membahayakan kesehatan bahkan bisa mengakibatkan hilangnya nyawa bila berlebihan atau menggunakan bahan bahaya yang tentunya tidak layak konsumsi,” jelasnya.

Jeffry juga berharap peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran miras di wilayah Bantul. Ia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke polisi apabila melihat aktivitas peredaran miras di lingkungan masing-masing.

'Apabila ada warga masyarakat yang mengetahui adanya penjualan miras ilegal, segera laporkan kepada kami. Pasti akan kami tindak lanjuti,” tandasnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#minuman keras #polres bantul #Oplosan