Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru 10 Titik, Dishub Bantul Terkendala Minimnya Anggaran

Gregorius Bramantyo • Selasa, 3 Oktober 2023 | 17:35 WIB
JADI INCARAN: Petani cabai asal Padukuhan Pojokan, Caturharjo, Sleman Suwandi saat ditemui di ladangnya (14/6). Beberapa waktu lalu, cabai siap panen miliknya sempat dicuri.(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
JADI INCARAN: Petani cabai asal Padukuhan Pojokan, Caturharjo, Sleman Suwandi saat ditemui di ladangnya (14/6). Beberapa waktu lalu, cabai siap panen miliknya sempat dicuri.(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)

 


RADAR JOGJA - Zona Selamat Sekolah (ZOSS) di Bantul jumlahnya masih tergolong minim karena keterbatasan anggaran. Saat ini, baru terdapat sekitar 10 ZoSS di Bantul. Di antaranya di SMPN 1 Imogiri, SDN Kembangsonog, SMPN 1 Pleret, SMPN 1 Banguntapan, SMPN 1 Bantul, dan SMPN 1 Sewon. 

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Sri Harsono menjelaskan, ZoSS bertujuan untuk meningkatkan keselamatan anak sekolah. Juga mendukung Bantul sebagai kabupaten layak anak. “Jadi anak-anak sekolah ini kami lindungi terkait keselamatannya. Pengguna jalan kalau ada rambu atau marka zona selamat sekolah, ketika melaju di sana harus dikurangi kecepatannya,” katanya.

Untuk menciptakan kepatuhan pengguna jalan, Dishub Bantul biasanya menggelar sosialisasi dengan menerjunkan petugas di zona selamat sekolah. Sosialisasi itu dilakukan untuk zona selamat sekolah yang baru. “Berlangsung selama satu hingga dua minggu,” ujar Sri.

Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi mengakui jumlah zona selamat sekolah yang sudah ada saat ini memang belum mencukupi kebutuhan. Dia mengungkapkan, pihaknya banyak menerima permohonan dari sekolah-sekolah. “Namun memang anggaran kami yang terbatas,” ungkapnya.

Untuk membantu anggaran yang terbatas tersebut, beberapa ZoSS juga dibuat melalui mekanisme aspirasi DPRD Bantul. Pihak Dishub Bantul menyambut baik saat DPRD berkenan untuk mengalokasikan anggaran untuk ZoSS.

Menurut Singgih, permohonan ZoSS yang masuk ke Dishub Bantul sekitar 30 sekolah. Rata-rata sekolah yang mengajukan berada di jalan protokol kabupaten. “Nanti masih bisa bertambah,” ujarnya.

Dia berharap, tahun depan akan ada penambahan ZoSS. Meski belum bisa memenuhi seluruh permohonan yang sudah diajukan. Adapun standar anggaran yang dibutuhkan untuk membuat ZoSS adalah Rp 50 juta. Namun sebelumnya hanya Rp 25 juta. Dengan anggaran yang baru, selain marka, ZoSS akan dilengkapi dengan rambu-rambu. “Sudah standar seperti yang dipersyaratkan Kementerian Perhubungan (Rp 50 juta, Red),” sebutnya. (tyo/eno)

Editor : Satria Pradika
#dishub #ZoSS #Bantul