Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pakai Motor Modifikasi, Difabel di Jogjakarta Bisa Dapat SIM di Polres Bantul

Gregorius Bramantyo • Jumat, 22 September 2023 | 13:56 WIB
UJIAN LAPANGAN: Peserta difabel mengikuti ujian tertulis dan praktik SIM D di Satlantas Polres Bantul, Kamis (21/9).Gregorius Bramantyo/Radar Jogja
UJIAN LAPANGAN: Peserta difabel mengikuti ujian tertulis dan praktik SIM D di Satlantas Polres Bantul, Kamis (21/9).Gregorius Bramantyo/Radar Jogja


RADAR JOGJA - Sebanyak 30 penyandang disabilitas mengajukan permohonan pembuatan dan perpanjangan SIM D di Satlantas Polres Bantul, Kamis (21/9/23). Mereka mengikuti ujian menggunakan motor yang sudah dimodifikasi khusus sesuai kebutuhan masing-masing.


Kasatlantas Polres Bantul Iptu Fikri Kurniawan menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan Polda DIJ dalam wujud kepedulian kepada semua kalangan masyarakat. “Pembuatan SIM baru 27 orang dan yang perpanjang ada tiga,” ujarnya.


Proses tes yang harus dilalui penyandang disabilitas tersebut tidak jauh berbeda dengan tes pada umumnya. Yakni tes kesehatan, psikologi, teori hingga praktik. Pihak Polres Bantul juga menyediakan kendaraan khusus untuk para penyandang disabilitas ini. Pelaksanaan tes ini lancar dan tidak ada kendala karena sirkuit yang baru sangat memudahkan. “Bukan hanya untuk SIM C, tapi juga untuk disabilitas,” katanya.


Dalam program ini, para peserta dibebaskan dari biaya pembuatan SIM. Kecuali dalam tes kesehatan. Selain memfasilitasi tes, Polres Bantul juga memastikan sarana-prasarana di Polres Bantul mudah diakses untuk para difabel. “Ada guiding block, parkir disabilitas, tempat duduk disabilitas, dan kendaraan khusus,” jelas Fikri.

Salah satu pemohon, Sulistiyo mengatakan, awalnya mendapat informasi dari Dinas Sosial Bantul tentang fasilitas pembuatan SIM D secara kolektif bagi para difabel. “Itu sangat memudahkan kami, karena kalau mengajukan perorangan kadang mengalami kesulitan,” ungkapnya.


Ia menjelaskan, para peserta berkumpul di Polres Bantul. Selanjutnya bersama-sama naik bus menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk cek kesehatan. Jenis disabilitas yang mengikuti program ini didominasi oleh difabel daksa yang masih bisa mengendarai motor dengan modifikasi khusus. “Ada daksa paraplegi, paraplase, amputasi. Ada pula tuna grahita dan low vision,” terangnya.


Sulistiyo berharap program ini dapat berkelanjutan dan dijalankan secara rutin. Sebab masih banyak penyandang disabilitas yang memerlukan SIM D untuk berkendara. “Kalau bikinnya bareng-bareng bisa lebih percaya diri. Kalau sendiri kadang mungkin takut,” tandas warga Imogiri ini. (tyo/din)

Editor : Satria Pradika
#sim d #Polda DIJ #Difabel