RADAR JOGJA – Sebanyak 57 mahasiswa Akademi Kesenian Nusantara (AKN) diwisuda pada Kamis (7/9). Lima puluh tujuh mahasiswa itu berasal dari tiga program studi berbeda, yakni Kriya Kulit, Karawitan, dan Tari. Satu di antaranya adalah difabel tuli.
Mahasiswa berkebutuhan khusus tuli, Wahyu Rahmat Dullah mengaku senang bisa menampilkan tari kontemporer di hadapan bupati Bantul dan sejumlah tamu undangan lain. Wahyu sendiri sudah menyiapkan tarian tersebut selama dua minggu sebelumnya. "Metode latihan dilatih sama teman-teman juga untuk gerakannya," ujarnya.
Ia sendiri mengakui, pada awalnya berlatih menggunakan alat bantu dengar. Namun lama kelamaan, ia bisa merasakan getaran dan tempo musik pengiring.
Kasubag Tata Usaha AKN Jogjakarta Rais Faisal Ahyar mengatakan, pada awalnya para pengajar sempat merasa kesulitan untuk berinteraksi dengan mahasiswa. Namun mahasiswa tersebut mampu menikmati proses belajar. Hal ini karena minat mereka dalam dunia tari sudah terpupuk sejak mereka berada di Sekolah Luar Biasa (SLB). "Kami juga pernah mengundang anak-anak difabel lainnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni. Ternyata mereka memiliki kesamaan minat di bidang tari meskipun memiliki keterbatasan fisik,” ujarnya.
Terkait wisuda AKN, Rais menyebut, wisudawan ini telah menempuh jenjang perkuliahan selama satu tahun. Karena bidang vokasional lebih mengedepankan praktek. “Jadi selama setahun terakhir pada Jumat Legi, mereka langsung terlibat dalam praktek seni dan penilaian kinerja di Museum Sonobudoyo," katanya.
Setelah lulus, para wisudawan ini telah menjalin kerja sama dengan Dinas Kebudayaan untuk mengadakan pelatihan seni. Banyak dari mereka sudah memiliki pengalaman aktif di berbagai sanggar seni. Sehingga mereka siap untuk berkontribusi secara nyata dalam mengembangkan dan memperkaya budaya seni di Jogjakarta.
Sekretaris Provinsi DIJ Beny Suharsono percaya para alumni AKN Seni dan Budaya Jogjakarta memiliki potensi besar untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. "Kapabilitas yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang kearifan lokal, seni, dan budaya di berbagai kalurahan di DIJ adalah aset berharga," katanya.
Ia menambahkan, para alumni memiliki potensi untuk menjadi pemimpin dalam mendukung pengembangan industri kreatif dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata. Dengan kreativitas dan inovasi itu, diharapkan bisa membuka pintu menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. "Berdampak positif pada meningkatnya kesejahteraan warga," tandas Benny. (tyo/pra)