Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bupati Bantul Bantu Komposter, Kalau Tidak Konsisten Nanti Sampah Berserakan Lagi

Gregorius Bramantyo • Kamis, 7 September 2023 | 02:21 WIB
RESPONS: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat memberikan bantuan komposter kepada Lurah Bangunharjo, Nurhidayat, Rabu (6/9). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
RESPONS: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat memberikan bantuan komposter kepada Lurah Bangunharjo, Nurhidayat, Rabu (6/9). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
 
 
BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan bantuan berupa tong sampah untuk komposter sampah organik kepada Tempat Pengelolaan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R) Wojo, Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul, Rabu (6/9). Bupati sendiri mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan kalurahan dalam mengatasi masalah darurat sampah.
 
Langkahnya berupa pendirian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengatasi sampah, terutama di wilayah Bangunharjo. Menurut Halim, hal ini merupakan model yang bagus. Di mana, ada komposter untuk mengolah sampah organik.
 
 
“Ada pemilahan yang non organik dan ada pemusnahan pembakaran untuk memusnahkan sampah residu,” katanya kepada wartawan.
 
Ia menyebut, hal tersebut sudah cukup sempurna. Tinggal bagaimana bisa dikelola secara konsisten.
 
Sebab, menurutnya, karena konsistensi adalah kunci kesuksesan. “Karena produksi sampah akan terus menerus ada. Kalau tempat ini tidak konsisten, nanti sampah berserakan lagi,” sebutnya.
 
 
Pihaknya berharap agar konsistensi ini berjalan agar jumlah sampah semakin berkurang. Pihak-pihak terkait akan membantu untuk mengembangkan kegiatan seperti ini. Seperti melalui corporate social responsibility (CSR) maupun bantuan nyata dari kampus melalui pengabdian kepada masyarakat.
 
“Nanti kami arahkan untuk membantu mengembangkan tempat ini menjadi lebih sempurna,” ujar Halim.
 
Lurah Bangunharjo Nurhidayat mengatakan, pengolahan sampah yang ada di TPS3R ini merupakan salah satu program sesuai dengan instruksi Bupati. Yakni, mengelola sampah yang bisa dituntaskan di tingkat kalurahan.
 
 
"Selain permasalahan yang akan diselesaikan seperti pengumpulan, pemilahan, dan pemusnahan, kami juga akan menginovasi pendayagunaan atau pemanfaatan dari sampah itu sendiri,” jelasnya.
 
Inovasi ini memberdayagunakan sampah bekas menjadi hasil karya oleh ibu-ibu PKK. Misalnya pembuatan pot atau vas bunga dari kain yang tidak terpakai. Sehingga harapannya akan ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bantul.
 
 
Pengelolaan sampah yang ada di Kalurahan Bangunharjo sendiri telah menampung sampah yang berasal dari lima kampung di wilayah tersebut. Perkiraan dari sampah yang ada dari tiap kampung tersebut bisa mencapai sekitar tiga ton per hari.
 
Pihak kalurahan mencetuskan ide baru dengan membentuk alat sederhana bernama tungku. Atau pembakaran sampah residu yang dapat mengurangi lebih dari satu setengah ton perharinya.
 
"Kami harap nanti dengan tempat yang baru bisa lebih luas lagi cakupannya. Sehingga nanti harapan kami tidak hanya level kalurahan saja, karena Bangunharjo ini merupakan penyangga Kota Jogja,” ucap Nurhidayat. (tyo)
Editor : Amin Surachmad
#darurat sampah #sampah organik #radar jogja #Abdul Halim Muslih