Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Sukses Siswa SMK di Gunungkidul Punya Omzet 100 Juta dari Jualan Sayuran

Wulan Yanuarwati • Kamis, 7 September 2023 | 00:33 WIB
INOVATIF: Mohamad Alva Priyandhito mendapatkan Apresiasi Wirausaha Belia Momenku Siap Berkemas Angkatan 2 tahun 2023 di Hotel Grand Rohan, Selasa (5/9/2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
INOVATIF: Mohamad Alva Priyandhito mendapatkan Apresiasi Wirausaha Belia Momenku Siap Berkemas Angkatan 2 tahun 2023 di Hotel Grand Rohan, Selasa (5/9/2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

BANTUL, RADAR JOGJA - Mohamad Alva Priyandhito, siswa SMK Al Hikmah Gunungkidul, berhasil meraup omzet Rp 100 juta dari jualan sayuran. Remaja 17 tahun itu menjual sayuran dan jamur dari petani kemudian dijual kepada pengecer di pasar yang ada di Gunungkidul hingga Sleman.

Atas inovasi ini, Alva mendapatkan penghargaan dari Pemprov DIY pada Apresiasi Wirausaha Belia belum lama ini di Hotel Grand Rohan Bantul. Siswa kelas XII Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RKL) ini dinilai turut membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui wirausaha.

Alva mengaku terinspirasi oleh ayahnya yang berdagang. Lalu lahirlah inovasi tersebut. Alva mengaku berkeliling mencari petani penyedia sayur kemudian menjualnya kepada pengecer.

"Sistem pedagang di pasar seperti ayah saya ternyata kulakan, dibeli lalu dijual eceran. Saya lihat ayah saya kekurangan sayur, jadi saya inisiatif mencarikan sayur yang bisa dijual," jelasnya.

"Saya langsung ke petani lalu saya beli. Hasilnya dan jual lagi ke pasar-pasar," imbuhnya.

Alva mengaku modal awal dari orang tua sekitar Rp 5 juta. Atas kerja kerasnya dan semangat yang kuat, dia berhasil meraih omset hingga ratusan juta. Lalu dia putar kembali kepada para petani. Dia tidak menyangka bisnis ini tergolong sangat sukses. Apalagi, baru sekitar setahun dirintis.

"Keuntungan selama ini juga untuk membantu orangtua, bayar sekolah. Alhamdulillah saya juga bisa beli kendaraan sendiri," ujarnya.

Saat ini, setidaknya ada empat teman seumuran yang ikut berkarya, mengantar maupun mengirim sayuran. Sementara keuntungan bersih sekitar 6-10 persen dari omzet atau sektiar Rp 6 juta hingga Rp 10 juta per bulan. Keuntungan tersebut juga diputar kembali, dijadikan modal usaha lagi.

"Saya punya produk unggulan yakni gambas dan jamur tiram. Petani-petani untuk jamur ini ada 14 orang. Kalau tim ambil dan kirim itu ada 4 teman saya, daripada diam saja ya saya ajak usaha biar produktif, ya," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengatakan penghargaan ini menjadi bukti komitmen sekaligus sinergitas untuk meningkatkan motivasi para siswa SMK. Terutama dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha.

"Kita dukung siswa SMK, agar senantiasa tumbuh dan berkembang menjadi insan wirausaha yang kompeten, mandiri dan sukses. Serta menjadi agen perubahan produktif dalam pengentasan kemiskinan," jelasnya. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #agen perubahan #modal usaha