RADAR JOGJA - Pembantu Rektor I ISI Jogjakarta Irwandi sebut Rektor ISI Jogjakarta Prof Dr Timbul Raharjo sebagai sosok yang peduli terhadap dunia akademik maupun seni. Perpaduan ini diterapkan dalam kepemimpinannya selama menjabat sebagai Rektor ISI Jogjakarta.
Tepatnya, setelah menjabat sejak medio Februari 2023. Sejatinya, Prof Timbul menjabat rektor untuk periode 2023-2027.
Dikenal sebagai perupa dan perajin gerabah, Prof Timbul menerapkan keilmuan dan pengalamannya dalam dunia akademik. Pesan paling utama adalah membangun jejaring. Sehingga, tidak hanya terfokus dalam berkarya dalam seni.
"Kiprah beliau tentu pimpinan kita dan mengedepankan kreativitas untuk menghasilkan karya-karya luaran dari kampus yang memiliki multi efek bagi lembaga maupun bagi masyarakat," jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa malam (5/9).
Baca Juga: Kesehatan Rektor ISI Jogja Prof Timbul Raharjo Menurun saat Kunjungan Kerja ke Malang Jatim
Meski terbilang baru dalam memimpin ISI Jogjakarta, namun Prof Timbul Raharjo bukanlah orang baru. Terbukti, dengan upaya membangun jejaring yang kuat dengan dunia luar kampus. Selain itu, juga mendorong kualitas lulusan dari ISI Jogjakarta.
"Efek positif itu yang kami tangkap. Dan sementara itu, masa kepemimpinan baru awal tahun ini, beliau menekankan pentingnya jaringan kemudian kreativitas," katanya.
Baca Juga: ISI Yogyakarta Berduka, Sang Rektor Timbul Raharjo Berpulang Karena Serangan Jantung
Sebagai seorang pengrajin gerabah, Timbul juga menularkan semangatnya ke civitas kampus. Sehingga tidak sekadar menjadi karya tapi ada nilai jual. Sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pribadi maupun di sekelilingnya.
"Semangat entrepreneurship itu yang beliau tanamkan dalam setiap kesempatan dan acara selalu sampaikan seperti itu," ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa ISI Jogja Magang di Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Terkait penyebab meninggalnya Timbul Raharjo, Irwandi belum mengetahui detailnya. Hanya saja, sosok ini berpulang sekitar 17.00 WIB di RSUP Dr Sardjito, Selasa (5/9). Untuk saat ini jenazah telah dibawa ke rumah duka di Kasongan, Kasihan, Bantul.
Terkait upacara penghormatan terakhir, pihaknya masih berkoordinasi. Baik dengan keluarga maupun civitas kampus ISI Jogjakarta.
"Upacara juga masih dikonfirmasi karena masih menunggu pihak keluarga hadir. Jenazah masih perjalanan ke rumah duka di Kasongan," katanya. (dwi)