BANTUL - Wisata air di sepanjang Sungai Oya di Kalurahan Selopamioro dan Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Bantul, ditutup sementara. Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi Forum Komunikasi pimpinan kapanewon (Forkopimkap) Kapanewon Imogiri, yang digelar Rabu (30/8) di Pendopo wisata Selopamioro Park Jetis, Selopamioro, Imogiri.
Hadir dalam kesempatan itu jajaran Kapanewon Imogiri, Dinas Pariwisata Bantul, perwakilan Kalurahan Sriharjo, perwakilan Kalurahan Selopamioro, Search And Rescue (SAR), dan tokoh masyarakat.
Penutupan ini merupakan imbas dari tenggelamnya dua remaja hingga meninggal dunia di Sungai Oya saat sedang bermain air. Dua peristiwa tersebut terjadi dalam sepekan terakhir.
Ketiga destinasi wisata air yang ditutup sementara adalah Selopamioro Adventure Park di Kalurahan Selopamioro. Kemudian, Srikeminut di Kalurahan Sriharjo dan Kedung Parangan di Kalurahan Selopamioro.
Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul Yuli Hernadi mengatakan, wisata air memanglah sangat berisiko. Jadi, pengelola harus benar-benar bisa menjaga keamanannya. “Tentunya, harus didukung dengan peralatan yang lengkap,” katanya.
Ia menyebut, kebanyakan wisata air di area Sungai Oya tidak memiliki izin karena tanah itu adalah wedi kengser. Tempat wisata yang ada di wilayah wedi kengser untuk segera mendaftarkan diri ke Dinas Pariwisata Bantul sehingga menjadi lembaga yang sah.
Yuli juga meminta agar wisata air itu diasuransikan. Jika ada kejadian yang tidak diinginkan bisa ada bantuan dari asuransi.
“Diharapkan pengelolanya untuk mengikuti pelatihan. Karena kalau ada kecelakaan air tidak bisa menolong, nantinya akan menjadi korban yang mengakibatkan meninggal dunia,” imbuhnya.
Berbagai pihak menaruh perhatian atas kecelakaan air di Sungai Oya yang terletak di kawasan Selopamioro Adventure Park Kapanewon Imogiri. Kejadian itu menyebabkan dua pengunjung meninggal dunia dalam sepekan.
Kejadian pertama terjadi pada Sabtu (26/8) dengan korban seorang pelajar berinisial DAS, 16, warga Kalurahan Panggungharjo, Sewon.
Sementara itu, kejadian kedua terjadi tiga hari berikutnya atau pada Selasa (29/8). Korban meninggal berinisial RAS, 16, warga Kalurahan Canden, Jetis. (tyo)
Editor : Amin Surachmad