Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lahan Capai 1.360 Hektare, Bawang Merah Jadi Produk Unggulan Bantul

Gregorius Bramantyo • Jumat, 25 Agustus 2023 | 05:23 WIB
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X bersama Bupati Bantul melakukan panen bawang merah perdana
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X bersama Bupati Bantul melakukan panen bawang merah perdana

 

RADAR JOGJA - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melakukan panen raya perdana bawang merah di Dusun Depok, Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul, Kamis (24/8). Prosesi panen tersebut juga dihadiri oleh Gubernur DIJ, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIJ.

 
Abdul Halim Muslih menyebut, sektor pertanian adalah salah satu sektor unggulan pembangunan Bantul. Selain sektor industri dan pariwisata. Karena itu ia mendorong agar inovasi baru di bidang pertanian semakin modern. “Efektif, efisien, dan produktif yang ujungnya akan menyejahterakan petani,” katanya.
Baca Juga: Makam Udin Dekat Rumah Dinas Bupati Bantul, Istrinya: Semoga Perjuangan Mas Udin Menjadi Inspirasi Wartawan
 
Ia menambahkan, hal itu didasarkan pada luas lahan yang digunakan sebagai komoditas bawang merah yang mencapai 1.360 hektare. Atau hampir 10 persen dari total lahan pertanian. Sehingga komoditas bawang merah di Kabupaten Bantul telah ditetapkan menjadi salah satu komoditas dalam lumbung pangan nasional. “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras petani yang penuh semangat dan dedikasi,” imbuhnya.
 
Hal itu juga diamini oleh Kepala DPKP DIJ Sugeng Purwanto. Ia mengatakan bahwa bawang merah merupakan komoditas andalan utama di Bantul dan DIJ. Di lokasi panen tersebut, ada lahan seluas 20 hektare dengan tanaman bawang merah berkonsep agro electrifying. “Average rata-rata per hektare adalah 18 hingga 20 ton dengan harga total untuk satu hektare bisa mendapatkan di atas Rp 200 juta,” ujarnya.
 
 
Baca Juga: Lagi, Tujuh Hektare SG di Bantul Terbakar
Ia sendiri berharap agar kegiatan panen raa perdana ini dapat memberikan nuansa perubahan pemahaman. Bahwa menjadi petani untuk saat ini memang adlaah suatu kegiatan ekonomi yang menguntungkan. “Menjadi petani itu keren. Kami akan siap mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan untuk DIJ,” tegasnya.
 
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X sendiri mengungkapkan rasa bangganya terhadap pengembangan program agro electrifying. Ia juga mengimbau para petani agar seluruh lahan tidak digunakan sebagai komoditas bawang merah.
 
HB X berharap ke depannya lahan dapat dikembangan sekitar 2.000 sampai 2.500 meter untuk digunakan sebagai lahan penanaman bibit lain. “Sehingga tidak terjadi yang namanya persaingan antar petani dan akan merusak harga pasar,” tandasnya. (tyo)
Editor : Heru Pratomo
#bupati #Bantul #gubernur #bawang merah