JOGJA - Dewan Pers mengajak seluruh ketua umum maupun ketua partai peserta Pemilu 2024 untuk lebih terbuka kepada para insan pers dan penyelenggara pemilu. Keterbukaan ini berkaitan dengan informasi maupun data, agar mereka tak mengalami kesulitan dalam pemberitaan.
Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengajak kepada para pihak partai maupun penyelenggara pemilu untuk lebih terbuka dan transparan kepada media dan tidak pelit informasi.
"Berharap para penyelenggara pemilu dan para pihak partai termasuk pemda dan aparat penegak hukum untuk tidak pelit informasi kepada teman-teman jurnalis. Dibuka saja jangan diintimidasi apalagi sampai mengalami kekerasan," katanya di Hotel Artotel Urip Sumoharjo Selasa (22/8).
Ninik menjelaskan manfaat dibukanya informasi ini agar publik bisa mengetahui terkait tahapan-tahapan pemilu, dan dalam konteks partisipasi masyarakat bisa memahami berkaitan dengan apa yang harus dilakukan, kapan dan dengan cara apa.
"Kalau itu tidak disampaikan kepada publik, lamban menyampaikan akan menimbulkan kegelisahan di masyarakat. Medium yang bisa menyampaikan kepada publik adalah pers salah satunya sesuai dengan UU 40 pers punya peran penting," ujarnya.
Terlebih, dalam Pemilu 2024 mendatang pemilih yang memiliki suara tertinggi justru dari generasi zilenial atau generasi z sebagai pemilih pemula.
Sehingga membangun kesadaran pada generasi z termasuk generasi milenial untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu damai ini menjadi penting melalui informasi yang masif.
"Saya kira penting fungsi pers, pers dimanfaatkan betul untuk mengedukasi publik terkait dengan integritas calon anggora legislatif atau calon presiden bukan dipolitisasi namun integritas mereka dipublikasikan," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad