BANTUL - Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar diskusi perang antara Rusia dan Ukraina belum lama ini. Diskusi menghadirkan peneliti pasca doktoral di University of Cologne Sergii Masol yang disponsori oleh Alexander von Humboldt Foundation.
Sergii Masol menjadi pemateri kegiatan Global Issues Discussion tersebut. Kegiatan yang mengusung tema The Role of International Criminal Court in The Russo-Ukrainian War sukses terlaksana pada Sabtu (12/8/2023) di Ruang Sidang FH UMY Jogja.
Sergii Masol mengatakan bahwa International Criminal Court (ICC) sedang melakukan investigasi terhadap kejahatan yang dilakukan Rusia kepada Ukraina.
“Berdasarkan informasi yang didapatkan, ICC sedang menyelidiki adanya kemungkinan bahwa Rusia telah melakukan kejahatan peperangan (war crimes) dan kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against humanity)," ujarnya.
"Hal ini menjadi yurisdiksi ICC karena tidak semua negara dapat menangani kasus sebesar ini di pengadilannya masing-masing,” lanjutnya.
Dia menyebut kehadiran ICC sebagai pengadilan yang berpartisipasi dalam perjuangan global. Tujuannya untuk mengakhiri impunitas atau pembebasan dari hukuman, melalui peradilan pidana internasional.
ICC juga bergerak untuk mengangkat kasus lama maupun baru. Diantaranya tentang genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, perang, dan kejahatan agresi. Tujuannya meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggungjawab atas kejahatan tersebut. Termasuk di dalamnya membantu mencegah kejahatan terjadi lagi di masa mendatang.
“Aneksasi yang dilakukan oleh Rusia sudah menjadi permasalahan yang mengakar. Keadilan juga menjadi tujuan akhir dari upaya ICC dalam investigasi yang dilakukan terhadap invasi Rusia kepada Ukraina," jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UMY Jogja Iwan Satriawan mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran Sergii Masol. Terlebih berdiskusi mengenai isu peperangan antara Rusia dan Ukraina.
“Kami menyambut hangat Dr Masol untuk memberikan ilmu dan pengetahuannya dalam diskusi Russo-Ukrainian War. Tidak hanya itu, Dr Masol juga pembelajar yang baik dengan pengetahuan yang luas. Dr Masol juga merupakan figur terpelajar yang suka menjelajahi kota dan negara," jelasnya.
"Hal ini mendorong kita untuk bepergian baik untuk berwisata ataupun melakukan penelitian dalam jumlah yang banyak. Selagi usia masih mendukung untuk melakukan hal tersebut," lanjutnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad