RADAR JOGJA - Warga yang melintas di Jalan Samas, Kalurahan Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul dikagetkan dengan aliran Sungai Winongo Kecil yang menghijau. itu karena dipenuhi algae. Sehingga membuat permukaan air berwarna hijau.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial terkait fenomena itu. Hal itu kemudian membuat publik melemparkan ragam spekulasi.
Dari pantauan Radar Jogja pada Senin (14/8), panjang area sungai yang berwarna hijau sekitar ratusan meter. Meskipun warna hijau pada sungai tersebut tidak menimbulkan bau apapun. Namun terlihat mencolok bagi pengendara saat melewati Jalan Samas KM 19.
Panewu Bambanglipuro Tri Manora mengatakan, warna air tersebut berasal dari eceng gondok yang sedang tumbuh di saluran air tersebut. Sebab, kondisi air di saluran irigasi tersebut sedang tidak mengalir seperti biasanya. Hal itu lantaran ada saluran irigasi yang ditutup. "Kami tidak tahu kenapa saluran air itu ditutup. Tapi sepertinya itu ada pengaturan pembagian airnya," katanya, Senin (14/8).
Ia pun tidak mengetahui sejak kapan air tersebut ditumbuhi oleh eceng gondok. Namun menurutnya, kondisi tersebut sering muncul ketika musim kemarau dan saat saluran irigasi tersebut ditutup. Berbeda saat musim hujan yang dapat membuat aliran air di saluran irigasi itu terus bertambah banyak dan mengalir deras. "Jadi itu seperti siklus tahunan," ujar Tri.
Lurah Sidomulyo Susanta menyebut, warna hijau pada sungai bukan masalah besar. Ia menerangkan, air di aliran sungai itu digunakan untuk mendukung sektor pertanian di wilayahnya. Air di sungai tersebut untuk menyuplai ke lahan pertanian. "Saat ini masyarakat kami tidak mengeluhkan adanya tumbuhan eceng gondok di aliran air itu," ucapnya.
Sementara itu, salah satu petani Kasijo, 55, mengeluhkan banyaknya sampah di sungai yang mengalir hingga ke sawah miliknya di samping sungai. Hingga saat ini, petani di Sidomulyo dan Sumbermulyo hanya mengandalkan air dari Sungai Winongo untuk mengaliri sawahnya. Kasijo menyebut, belum ada upaya dari pihak terkait untuk membersihkan sungai tersebut. "Biasanya airnya cuma dikuras pakai bego,” ujarnya.
Menurut pengamatannya, sampah di sungai ini kebanyakan dibuang oleh pengendara yang melintas. Tidak hanya mencemari air sungai untuk sawah, sampah pada sungai juga menimbulkan aroma tak sedap. “Yang di dekat dam itu berbau, karena banyak jenis-jenis sampah mengumpul di sana,” jelas warga Dusun Siten, Sumbermulyo, Bambanglipuro ini. (tyo)
Editor : Heru Pratomo