Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sistem Kelola Sampah TPS3R Kupas, Desa Panggungharjo Menjadi Solusi yang Dapat Direplikasi

Reren Indranila • Senin, 14 Agustus 2023 | 22:59 WIB
MENGELOLA: Keberadaan TPS3R Kupas, Panggungharjo, Sewon, Bantul membantu mengolah sampah warga setempat. (ISTIMEWA)
MENGELOLA: Keberadaan TPS3R Kupas, Panggungharjo, Sewon, Bantul membantu mengolah sampah warga setempat. (ISTIMEWA)

RADAR JOGJA – Sejak 2013, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul telah memiliki fasilitas TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle) Kupas. Sehingga sampah di desa ini telah dipilah dan diolah dengan baik.

Saat ini, Jogjakarta sedang menghadapi darurat sampah untuk wilayah Sleman, Kota Jogja, dan Bantul. Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Piyungan telah mencapai kapasitas maksimalnya, dan sampah sudah mulai menumpuk di berbagai sudut kota.

TPS3R dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan sebesar 80 persen. Terutama saat TPA sudah kelebihan kapasitas. TPS3R Desa Panggungharjo dapat dijadikan alternatif solusi mengatasi masalah sampah di Jogjakarta yang dapat direplikasi daerah lain.

Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan pembangunan TPS3R bersama para mitra, telah berhasil mengelola sampah dari 2.000 rumah tangga di Panggungharjo. ‘’Sampah yang kami kelola diolah menjadi kompos, pupuk cair, dan dipilah menjadi material daur ulang. Kami juga menciptakan lapangan kerja bagi 33 orang yang bekerja di TPS3R Kupas,’’ kata Wahyudi, di Sewon, Bantul, 14 Agustus 2023.

Dikatakan, pihaknya bermitra dengan Danone-Aqua untuk program penguatan kelembagaan, pengembangan pengetahuan tentang persampahan. ‘’Kami berharap apa yang telah kami lakukan di sini dapat menginspirasi daerah lain,’’ jelas Wahyudi.

Warga Panggungharjo dan pelanggan TPS3R Kupas, Sri Hastuti, mengatakan TPS3R manfaatnya besar. “Perubahan perilaku terlihat jelas, kalau kami ada kegiatan di rumah warga, tuan rumah tidak perlu repot. Tamu pulang membawa sampahnya masing-masing, apalagi yang bernilai, seperti botol atau gelas plastik. Warga di sini secara bertahap sudah sadar bahwa sampahku adalah tanggung jawabku,’’ kata Sri.

Pengetahuan tentang sampah ditularkan kepada keluarga di rumah. ‘’Memilah sampah sudah dimulai dari rumah, sampah organik saya bawa ke sawah biar jadi pupuk. Yang residu baru dibawa ke TPS3R,’’ jelas Sri

Semua aksi kecil menjadi bermakna. Penting sekali untuk pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya. Semua pihak diharapkan memiliki kesadaran dan berkontribusi untuk mengelola sampahnya.

“Secara berkala koordinasi kami lakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul. Kami sadar bahwa persampahan adalah tanggung jawab bersama. Kami yakin bahwa dengan kolaborasi yang baik, masalah sampah di Jogjakarta dapat diatasi,’’ kata Wahyudi.

Stakeholder Relation Manager Pabrik Aqua Klaten, Rama Zakaria mengatakan bahwa Desa Panggungharjo adalah mitra yang berperan aktif dalam pengelolaan sampah. “Di Jogjakarta, Aqua sudah mendampingi dua TPS3R, yaitu TPS3R Kupas di Sewon, Panggungharjo, Bantul dan TPS3R Giaaaaat (Guyub Iku Apik Agawe Ayom Adem Ayem Tentrem) di Minomartani , Ngaglik, Sleman. Sementara di Desa Tembi, Kecamatan Timbulharjo, Bantul ada Collection Center Sentral Busa yang mampu mengumpulkan 40 ton botol PET per bulan yang mendapatkan pendampingan yang sama dari kami,” kata Rama. (iwa/ila)

Editor : Reren Indranila
#tpa #Bantul #Sampah #Piyungan #sewon #kelola sampah