Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ziarah ke Kotagede, Anies Baswedan Diberi Tombak Cakra

Khairul Ma'arif • Senin, 14 Agustus 2023 | 16:35 WIB
ANTUSIAS: Kedatangan Anies Baswedan di Kompleks Makam Kotagede disambut dengan antusias oleh warga Minggu (13/8/23).
ANTUSIAS: Kedatangan Anies Baswedan di Kompleks Makam Kotagede disambut dengan antusias oleh warga Minggu (13/8/23).

RADAR JOGJA - Calon Presiden (Capres) 2024 dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan mendatangi kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Kotagede, Bantul Minggu (13/8/23). Kedatangan mantan Gubernur Jakarta ini pun disambut antusias oleh massa pendukungnya.


Sebelum berziarah, Anies sempat berganti baju terlebih dahulu dengan menggunakan beskap dan sorjan. Sebelumnya, dia menggunakan peci berwarna hitam dan kemeja berwarna putih.
Awalnya menggunakan peci berganti menggunakan blangkon. Seusai berganti baju Anies langsung memasuki pelataran makam raja-raja yang berada satu komplek dengan Masjid Agung Kotagede.


Dari pertama tiba, beberapa kali Anies Baswedan diteriaki presiden oleh para pengunjung. Tidak hanya itu, ada beberapa masyarakat yang meminta foto bersama dengannya. "Anies Presiden 2024," teriak seorang masyarakat yang berada di lokasi.


Sementara itu, sesekali Anies menuruti permintaan swafoto ibu-ibu yang datang. Namun, ada juga yang tidak mendapat foto bareng karena Anies terburu memasuki bagian Makam Panembahan Senopati. "Nanti ya, nanti foto lagi," ucap beberapa yang mengawal.
Seusai ziarah, Anies diberikan cinderamata oleh masyarakat Kotagede. Cinderamata itu berupa Tombak Cakra yang terdapat tulisan Al-Malik dan Ar-Rahman.


Perwakilan masyarakat Kotagede Priyo Salim mengatakan, memang cinderamata itu disiapkan untuk diberikan. Hal itu usai masyarakat Kotagede mengetahui jika Anies Baswedan akan datang.


Dia mengungkapkan, cinderamata yang diberikan juga memiliki pesan ke Capres 2024 itu. Pesan tersebut bertuliskan di Tombak Cakra itu sendiri yang penuh harap yakni Al-Malik dan Ar-Rahman. "Kami menambah dua asmaul husna itu kami berharap agar Anies membawa nilai-nilai Al-Malik dan Ar-Rahman di dalam setiap kepemimpinannya," katanya kepada wartawan.
Tombak Cakra memang baru dibuat dan memang dikhususkan untuk Anies Baswedan. Tujuan pemberiannya untuk kenang-kenangan ke Anies Baswedan dan diharapkan menitipkan sikap-sikap pemimpin yang diinginkan.

Sementara itu, Anies mengaku, pemberian cinderamata ini mengingatkannya pada 2015 lalu. Kala itu, dia menerima pengembalian Cakra Pangeran Diponegoro yang diambil Belanda pada 1828. Tetapi, pada 2015, curian Belanda itu dikembalikan ke Indonesia. "Kami mendapatkan kehormatan untuk mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia menerima Cakra itu kembali," katanya.
Menurutnya, pemberian cinderamata itu adalah yang harus diembannya. Dia menyadari, ada pesan simbolik sifatnya dengan mengirimkan dua kata kunci yang tertulis di Cinderamata yaitu Ar-Rahman dan Al-Malik. Anies berharap bisa terus menjaga pesan itu seperti yang dilakukannya ketika memimpin Jakarta.


Anies tidak lupa menyampaikan terima kasihnya kepada warga Kotagede atas pemberian cinderamata. Dia pun menyebut, tombak itu menjadi tambahan semangat agar rakyat Indonesia dapat merasakan keadilan. "Sebagaiamana dahulu pernah hadir di saat Kerajaan Mataram dimulai dengan Panembahan Senopati, kemudian masa kejayaan pada masa Sultan Agung yang berbagai inovasi kami jaga sampai hari ini," tuturnya. (cr3/eno)

Editor : Satria Pradika
#calon presiden #capres #Kompleks Makam Kotagede #anies baswedan