Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Butet Kartaredjasa: Djoko Pekik Itu Mentor dan Orang Tua Bagi Anak-Anak Muda

Dwi Agus. • Senin, 14 Agustus 2023 | 00:48 WIB

GENJEL: Butet Kertarejasa ditemui di Plataran Djoko Pekik di Dusun Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan Bantul, Minggu (13/8). (Dwi Agus/Radar Jogja)
GENJEL: Butet Kertarejasa ditemui di Plataran Djoko Pekik di Dusun Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan Bantul, Minggu (13/8). (Dwi Agus/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Djoko Pekik bagi seorang Butet Kartaredjasa adalah sosok yang total dalam dunia seni. Kepeduliannya tak berhenti pada dunia seni lukis tapi seni dalam lingkup yang luas. Termasuk kecintaannya terhadap kesenian tradisi.


Dalam dunia lukis, menurutnya, Djoko Pekik tak setengah-setengah. Bahkan uang tak sepenuhnya menjadi orientasi utama dalam berkarya. Djoko Pekik lebih mengutamakan totalitas agar karya yang dihasilkan memiliki makna dan jiwa yang kuat.


“Ketika seseorang memilih profesi yang dicintai mau tidak mau harus total. Seluruh diri hidup didedikasikan pada profesi dicintai itu, tanpa motif apa-apa, tanpa motif ingin jadi kaya. Karena, kaya dan keberhasilan secara ekonomi adalah semata-mata akibat dari sesorang dengan total mencintai profesinya. Itulah pembelajaran yang diwariskan oleh Pak Pekik,” jelasnya ditemui di Plataran Djoko Pekik di Dusun Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan Bantul, Minggu (13/8).


Butet lalu memperlihatkan banyaknya pelayat di kediaman Djoko Pekik. Terutama kehadiran para seniman muda lintas disiplin ilmu. Seakan membuktikan seorang Djoko Pekik memiliki kedekatan emosional dengan para seniman.


“Baru ini melihat semua kawan-kawan terutama anak muda menghantar Pak Pekik dengan penuh totalitas, karena semasa hidupnya Pak Pekik juga berbaur dengan banyak orang. Ini semua membuktikan tentang hal itu,” katanya.


Bagi para seniman muda, Djoko Pekik bukan hanya seorang senior. Jauh dari itu juga dianggap sebagai orangtua. Senantiasa membimbing terutama dalam berkesenian. Untuk terus berkembang dalam setiap karya-karyanya.


Kepergiannya tentu meninggalkan lubang yang dalam. Tidak ada lagi Djoko Pekik yang usil, tempat curhat dan menjadi pembimbing. Namun, Butet meyakini semangat seorang Djoko Pekik tetap terwariskan kepada para seniman generasi penerus.


“Dia seperti jadi mentor, orang tua bagi anak-anak muda. Jadi, tentu saja, ya, tiba-tiba ada yang bolong hilang, karena hari-hari mendatang tidak bsia bercanda lagi di rumahnya, tidak bisa saling mengolok, tidak bisa bergembira ria. Suatu yang hilang pada tahap awal itu terasa grenjel. Tapi, ya, ini sebuah keniscayaan, semua mengantar kepergian,” ujarnya. (dwi)

Editor : Amin Surachmad
#Butet Kertarajasa #Djoko Pekik #seni lukis