RADAR JOGJA - Kepulangan Djoko Pekik menjadi kehilangan nasional. Sosok seniman perupa ini memang dikenal dekat dengan semua kalangan. Termasuk Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri hingga mantan menterinya.
Wujud duka cita ini terlihat dalam karangan bunga yang terus berdatangan ke kediaman Djoko Pekik di Dusun Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.
Terlihat karangan bunga dari Presiden Joko Widodo terpasang di pintu masuk menuju Pelataran Djoko Pekik. Adapula karangan bunga dari Susi Pudjiastuti, yang memang dikenal bersahabat dekat dengan Djoko Pekik. Ada pula karangan bunga dari Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
"Bapak dimakamkan di Makam Seniman Imogiri, rencana besok jam 1 siang berangkat dari rumah (13/8). Permintaan bapak dan sudah disiapkan makamnya oleh bapak sendiri, sudah beberapa tahun yang lalu disiapkan. Kalau berkarya sudah beberapa saat tidak, sudah susah untuk bergerak," jelas anak ketiga Djoko Pekik, Bernadeta Inten Lugut Lateng, Sabtu (12/8).
Inten menuturkan prosesi peribadatan akan berlangsung Sabtu malam (12/8). Seluruh prosesi ini disiapkan oleh Romo Sindhunata. Sosok pemilik nama lengkap Gabriel Possenti Sindhunata ini juga terlihat sejak persemayaman di Rumah Sakit Panti Rapih.
Inten menyebutkan prosesi doa terbuka dan pemakaman terbuka untuk umum. Untuk prosesi pemakaman akan diawali dari kediaman Djoko Pekik pada Minggu pagi (13/8). Untuk kemudian dihantarkan ke peristirahatan terakhir di Makam Seniman Imogiri.
"Semua prosesi dibantu oleh Romo Sindhu termasuk misa yang nanti malam," katanya.
Prosesi persemayaman Djoko Pekik terlihat layaknya pameran seni. Jenazah ditempatkan di aula yang dikelilingi oleh karya-karya Djoko Pekik. Didominasi lukisan besar dengan objek binatang Celeng. Selain itu juga terlihat rutinitas kehidupan manusia dalam setiap goresan lukisnanya.
"Kalau karya bapak terakhir sepertinya sudah lama. Sudah berhenti karena badannya tidak kuat lagi untuk melukis beberapa bulan ini," ujarnya. (dwi)