RADAR JOGJA - Penyebab hilangnya AS, 15, remaja yang tiga hari di Hutan Dlingo, Bantul, akhirnya mulai terpecahkan. Kepolisian setempat menduga bahwa korban mengidap gangguan kejiwaan. Sementara itu, alasannya kabur ke hutan lantaran tidak dibelikan handphone oleh orang tuanya.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, untuk sekarang kondisi AS sudah lebih baik dibandingkan saat ditemukan. Ia menyebut, saat ditemukan remaja asal Temuwuh, Dlingo, itu diketahui sempat mengalami dehidrasi dan lemas. Sebab, tidak makan dan minum selama tiga hari di hutan.
"Namun untuk sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik. Sudah sehat dan mau makan," ujar Jeffry saat dikonfirmasi, Sabtu (12/8).
Lebih lanjut, Jeffry menyampaikan, menurut penuturan pihak keluarga, AS memilih kabur ke hutan karena tidak dibelikan handphone oleh orang tuanya. Namun, disamping itu, diduga kuat AS juga memiliki masalah kejiwaan. Sebab, ketika dipanggil oleh teman-teman maupun tetangganya, AS justru lari ke dalam hutan.
Ia pun memastikan, ketika kondisi AS benar-benar sudah pulih, nantinya pihak keluarga akan membawa remaja tersebut ke Rumah Sakit Jiwa Grhasia di Sleman. Sehingga, bisa diperiksakan dan diobati terkait dengan masalah kejiwaannya.
"Sesuai persetujuan keluarga AS akan dibawa ke RSJ Grhasia untuk diperiksa," beber Jeffry.
Sebagaimana diketahui, AS hilang di Hutan Dlingo sejak Senin (7/8) dan ditemukan pada Rabu (9/8). Saat ditemukan, remaja tersebut dalam posisi meringkuk tanpa baju di celah pohon duwet dengan kondisi tubuh yang lemas.
Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengatakan, dalam upaya pencarian bocah tersebut pihaknya melibatkan sekitar 70 personel gabungan. Saat ditemukan, survivor Andi dalam keadaan lemas dan lapar karena sudah tiga hari hilang tanpa makan dan minum.
"Survivor lantas dibawa ke Klinik Mitra Husada. Untuk mendapatkan perawatan medis," katanya. (inu)
Editor : Amin Surachmad