RADAR JOGJA - Sebuah video kebakaran di timur Jogja Expo Center (JEC) viral di media sosial pada Senin (31/7) siang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut peristiwa itu merupakan kebakaran lahan yang disebabkan karena aktivitas pembakaran sampah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul Irawan Kurnianto mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 12.10. Adapun awal kejadiannya pertama kali diketahui oleh satpam Perpusda yang melihat kobaran api cukup besar. Kejadian tersebut lalu dilaporkan kepada petugas BPBD Bantul.
Irawan menyebut, untuk menjinakkan api di area tersebut dibutuhkan setidaknya empat buah mobil pemadam kebakaran dan 14 personil. Api berhasil dijinakkan sekitar dua jam setelah kejadian atau pada pukul 14.20. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun materi dari kejadian tersebut.
"Untuk area lahan yang terdampak kebakaran seluas 2,5 hektar milik Sultan Ground. Sementara untuk penyebabnya diduga karena aktivitas pembakaran sampah," ujar Irawan saat dikonfirmasi, Senin (31/7).
Sebelumnya, Irawan meminta agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi kebakaran lahan maupun rumah. Sebab akibat kelalaian manusia ditambah cuaca yang panas pada musim kemarau seperti sekarang potensi kejadian kebakaran bakal meningkat.
Menurutnya, berbagai cara pencegahan bisa dilakukan oleh masyarakat. Untuk pencegahan kebakaran lahan dapat dengan memastikan sisa pembakaran sampah benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kemudian jika melakukan pembukaan lahan masyarakat diimbau tidak dengan cara membakar kayu, pohon, rumput yang sudah lapuk.
Sementara untuk pencegahan kebakaran rumah, lanjutnya, masyarakat harus memastikan bahwa instalasi listrik di tempat tinggalnya benar-benar sesuai dan memiliki standar keamanan yang baik. Lalu juga wajib memberikan jarak antara tungku dengan benda yang mudah terbakar jika melakukan aktivitas memasak menggunakan tungku.
"Pemberian jarak ini penting agar tidak terjadi perambatan api," terangnya. (inu)