Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari 1.060 Desa Sejahtera Astra, 373 di Antaranya Sudah Ekspor

Heru Pratomo • Senin, 31 Juli 2023 | 03:26 WIB

 

 

LAKU TERJUAL: Penandatanganan Business Matching Produk Desa Sejahtera Astra yang mempertemukan penjual dan pembeli dari luar negeri.
LAKU TERJUAL: Penandatanganan Business Matching Produk Desa Sejahtera Astra yang mempertemukan penjual dan pembeli dari luar negeri.

 

RADAR JOGJA - PT Astra International Tbk sudah membina 1.060 desa sejahtera Astra (DSA). Bahkan 373 DSA di antaranya sudah mengekspor produk unggulannya. Terbaru diluncurkan DSA di Mangunan, Dlingo, Bantul. Kerajinan bambu diharapkan bisa menjadi produk unggulan DSA Mangunan.

Hal itu ditegaskan Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah dalam peluncuran DSA Mangunan, Sabtu (29/7/2023). Diwujudkan dalam Festival Kewirausahaan Astra 2023 di kawasan hutan Pinus Mangunan Bantul. “Hingga 2023 membina 1.060 desa di Indonesia, yang 373 di antaranya sudah mengekspor produk unggulannya,” tuturnya.

Untuk mendorong kewirausahaan di masyarakat, Astra mengadakan Festival Kewirausahaan Astra 2023. Rutin dilaksanakan setiap tahunnya melalui kunjungan ke Kampung Berseri Astra atau Desa Sejahtera Astra.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam festival ini. Mulai dari simbolis Penandatanganan Business Matching Produk Desa Sejahtera Astra (DSA), Kick Off & Penandatanganan MoU DSA 2003, Pengukuhan Pengurus Cluster Desa Sejahtera Astra (DSA), hingga Penyerahan Rekor MURI Pembatik Cilik dan pengumuman berbagai lomba. “Astra juga mendatangkan buyer dari sejumlah Negara ke sini (Mangunan), untuk melihat langsung potensi produk UMKM binaan,” tuturnya.

Direktur Pengembangan Pasar Dan Informasi Ekspor Kementrian Perdagangan Marolop Nainggolan yang hadir langsung pun mengapresiasi langkah Astra. Bahkan Kemendag siap memfasilitasi para pelaku UMKM yang tergabung dalam DSA untuk ekspor. Dia mengingatkan, ekspor langsung ke buyer-buyer di luar negeri melalui Kemendag tidak ada biaya apapun. “Hanya butuh konsistensi dan menjaga kualitas produk.”

Marolop menilai, dari 1.060 DSA yang 373 di antaranya sudah ekspor, menunjukkan kualitas produknya. Dia juga menyebut, pelaku usaha yang belum melakukan ekspor bukan karena tidak ada produknya. “Tapi belum pede untuk ekspor langsung,” tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ Syam Arjayanti yang mewakili Gubernur DIJ, juga menyambut baik kegiatan dari Astra. Menurut dia, keterlibatan swasta bisa membantu keterbatasan pemprov, baik dari sisi anggaran maupun SDM. "Yang kami harapkan dari Astra ada pendampingan setelah pelatihan dan juga pemasaran produk," katanya.

Sjam juga senang karena DSA ini banyak melibatkan anak muda. Itu karena UMKM juga perlu regenerasi. “Juga anak muda ini lebih mudah diajak kreatif dan inovatif,” ungkapnya. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#Buyer #ekspor #Astra #UMKM