BANTUL - Mulai berjalannya kembali kegiatan sekolah berdampak pada penurunan jumlah wisatawan ke kabupaten Bantul. Terungkap ada penurunan sebesar 14,7 persen selama dua pekan terakhir.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, beberapa waktu kedepan sektor pariwisata di Bantul memang akan mengalami masa paceklik. Itu disebabkan karena tidak adanya libur panjang. Selain itu mulai berjalannya kegiatan sekolah juga membuat kunjungan wisatawan menjadi sepi.
Pria yang akrab disapa Ipung itu membeberkan, selama sepekan lalu atau periode tanggal 17-23 Juli 2023 ada sebanyak 50.179 wisatawan yang berkunjung ke Bantul. Meraih pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 485 juta. Kunjungan terbanyak tercatat pada akhir pekan atau selama tanggal 21-23 Juli dengan jumlah kunjungan 22.595 wisatawan.
Menurutnya, jumlah kunjungan selama sepekan terakhir itu mengalami penurunan sebesar 14,7 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Karena selama periode tanggal 10-16 Juli 2023 jumlah kunjungan ke Bantul mencapai 58.869 wisatawan dengan PAD sebesar Rp 568,8 juta.
"Jumlah wisatawan ke Bantul mengalami penurunan pada pekan kemarin karena di pekan sebelumnya ada event layang-layang dan hari terakhir libur sekolah," ujar Ipung, Rabu (26/7).
Sementara untuk pendapatan selama libur sekolah. Ipung menyebut, selama periode tanggal 16 Juni sampai 9 Juli 2023 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul mencapai 214.131 orang. Dengan jumlah kunjungan itu PAD yang berhasil diraup mencapai Rp 2,01 miliar.
"Tingginya kunjungan selama libur sekolah kemungkinan besar karena bersamaan dengan libur Idul Adha," bebernya. (inu)