Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan, rumah sakit yang terletak di Kapanewon Bambanglipuro itu hanya mampu melayani pasien umum. Kemudian sebagai komitmen untuk meningkatkan pelayanan, kemarin rumah sakit tersebut menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan Jogjakarta. Sehingga RSUD Saras Adyatma pun kini mulai bisa melayani masyarakat yang memiliki jaminan kesehatan nasional.
Dengan penambahan layanan tersebut, Agus juga ingin pasien yang berobat bisa semakin banyak. Karena dengan predikat kelas D, RSUD Saras Adyatma bisa menjadi rujukan langsung bagi pasien di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Seperti puskesmas, klinik pratama atau praktik dokter yang bekerja sama dengan BPJS.
"Harapannya dengan layanan kesehatan ini bisa semakin memudahkan masyarakat Bantul terutama bagian selatan untuk mendapatkan layanan kesehatan," ujar Agus kepada wartawan kemarin (30/5).
Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap, masyarakat bisa semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang tanpa biaya. Terlebih saat ini tingkat kepesertaan jaminan kesehatan di Bantul juga sudah mencapai 97 persen.
Dia pun memastikan, jika ada proses pembangunan yang belum selesai di rumah sakit tersebut. Pihaknya akan berupaya segera diselesaikan. Sehingga pada 2024, rumah sakit tersebut bisa memberikan pelayanan yang paripurna.
"Sektor kesehatan masyarakat merupakan salah satu fokus pembangunan di Kabupaten Bantul sehingga sarana dan prasarana terus dilengkapi," katanya. (inu/eno) Editor : Editor Content