Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Apresiasi Kinerja Polisi dalam Pengamanan Idul Fitri 2023

Editor Content • Jumat, 5 Mei 2023 | 15:37 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Salah satu penyanyi tembang Jawa asal Bantul Helarius, Daru Indrajaya atau yang lebih dikenal dengan nama Ndarboy Genk memberikan apresiasi kepada Polres Bantul. Apresiasi tersebut diberikan atas kinerja yang cukup baik dalam memberikan kelancaran selama mudik lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah.

Ndaru menyebut, arus mudik dan arus balik di Bantul pada tahun 2023 lebih lancar serta nyaman dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu menurutnya tidak lepas dari kinerja petugas kepolisian yang melakukan pengamanan. Ndaru pun berpesan agar Polres Bantul bisa meningkatkan performanya untuk mudik tahun depan.

"Terima kasih, apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian khususnya Satlantas Polres Bantul dan Polda DIJ lainnya atas kerja sama untuk melancarkan arus mudik, arus liburan dan arus balik tahun 2023 ini, Polri selalu dihati," ujar pelantun tembang Mendung Tanpo Udan ini, kemarin (4/5).

Sebagaimana diketahui, selama Idul Fitri tahun ini Polres Bantul menggelar Operasi Ketupat Progo 2023. Kegiatan tersebut digelar dari tanggal 18 April sampai 1 Mei 2023 sebagai upaya pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran. Dalam operasi tersebut ada 846 orang yang ditugaskan. Berasal dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan relawan.

Kasatgas V Operasi Ketupat Progo 2023 Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, selama operasi tersebut pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Diantaranya tidak menggunakan helm SNI, berkendara dibawah umur, serta berboncengan lebih dari satu orang.
Ia pun mencatat peningkatan cukup signifikan pemberian teguran dibandingkan tahun lalu. Pada Operasi Ketupat Progo tahun 2022 Polres Bantul memberikan sebanyak 13 teguran. Kemudian di tahun ini meningkat 2.984,7 persen atau naik jumlahnya menjadi 5.576 teguran.

Sementara untuk tilang, pada operasi tahun 2022 lalu dilakukan sebanyak sembilan kali. Sementara pada tahun 2023 tidak dilakukan tindakan penilangan sama sekali. "Meningkatnya jumlah teguran pada tahun ini karena kami tidak melakukan penilangan, hanya diberikan teguran dan diingatkan secara humanis," ujar Jeffry dalam keterangannya, Selasa (2/5).

Sementara terkait dengan kasus kejahatan yang terjadi selama Operasi Ketupat Progo 2023. Polres Bantul mencatat ada 17 kali kejadian kejahatan. Jumlah tersebut menurun 37 persen dibandingkan operasi yang sama pada tahun 2022 lalu dimana terjadi 27 kali kasus kejahatan. "Kasus yang paling banyak terjadi adalah kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi pada malam takbir, terjadi sebanyak dua kali," pungkasnya. (inu/bah) Editor : Editor Content
#ndarboy genk