Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, untuk peristiwa pertama terjadi pada Jumat (21/4) lalu di Simpang Empat Banjardadap, Banguntapan, Bantul sekitar pukul 00.50 dini hari. Keributan itu melibatkan dua kelompok pemuda yang selesai melaksanakan malam takbiran. Salah satu kelompok menggunakan sepeda motor. Kelompok lainnya mengendarai truk.
Jeffry mengungkapkan, aksi keributan itu terjadi saat kedua kelompok takbiran tersebut berpapasan di Pertigaan Karangsemut. Kelompok yang mengendarai truk diduga meludahi dan melempar kursi ke arah kelompok pengendara sepeda motor. Keributan pun tersulut. Satu orang dari kelompok pengendara sepeda motor bernama Edy Burhan Sanusi, 20 warga Trimulyo, Jetis dikeroyok. Selain itu satu unit sepeda motor juga dibakar oleh kelompok yang naik truk.
Warga setempat, Sumartoyo,46 yang hendak melerai pun juga menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok tersebut. Diperkirakan jumlahnya mencapai 20 orang. Sampai saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku pengeroyokan. "Dari kejadian tersebut ada dua orang terluka karena pukulan benda tumpul, serta satu unit sepeda motor dibakar," terang Jeffry dalam keterangannya, Minggu (23/4).
Kemudian untuk kejadian kedua, mantan Kasi Humas Polres Kulonprogo itu membeberkan, peristiwanya terjadi pada Sabtu (22/4) sekitar pukul 00.15 di wilayah Ngerendeng Kulon, Timbulharjo, Sewon. Keributan tersebut melibatkan rombongan takbiran dari warga Depok, Gandekan, Bantul dengan masyarakat Rendeng Kulon, Timbulharjo, Sewon.
Peristiwa itu bermula ketika rombongan takbir yang mengatasnamakan Pemuda Pemudi Depok Gandekan (PPDG) melintas dari arah utara ke selatan. Namun sesampainya di Padukuhan Rendeng, kelompok PPDG diduga terkena mercon dari warga Rendeng Kulon yang berada di lokasi. Perselisihan pun tidak dapat terhindarkan sampai akhirnya terjadi keributan antarkedua kelompok.
Dari kejadian tersebut polisi mencatat setidaknya ada lima orang korban dari kelompok PPDG. Dua orang berinisial,23 dan TYNA,17 terkena luka sabetan senjata tajam pada bagian leher serta kepala. Kemudian untuk tiga korban lainnya yakni RN,28 mengalami luka pada bagian hidung dan pipi, DN,22 mengalami memar pada bagian mata, dan AN,17 mengalami memar pada bibir.
Sementara untuk korban dari kelompok warga Rendeng Kulon tercatat ada dua orang. Yakni pemuda 19 tahun berinisial AN mendapatkan luka memar pada leher bagian belakang serta HB,24 yang mengalami luka pada bagian bibir. "Dari kejadian tersebut kami amankan tiga unit sepeda motor, dan satu di antaranya tidak memiliki pelat nomor," jelas Jeffry. (inu/pra) Editor : Editor Content