Kepala Dinas Perhubungan Bantul Singgih Riyadi mengatakan, adapun dari hasil pantauannya untuk ruas jalan raya yang minim penerangan berada di Jalan Jogja-Wates dan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Di dua titik tersebut menurutnya masih cukup gelap karena beberapa LPJU mengalami kerusakan.
Selain di ruas jalan utama, untuk jalur alternatif Sedayu-Pajangan juga masih cukup gelap kondisinya karena minim fasilitas lampu jalan. Terkait dengan kondisi itu, pihaknya tidak mampu berbuat banyak. Sebab beberapa ruas jalan menjadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.
"Sementara untuk jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, sampai saat ini kami terus berpacu memperbaiki LPJU. Agar kemudian aman ketika menjadi jalur mudik nantinya," ujar Singgih, kemarin (14/4).
Selain mencatat beberapa ruas jalan black spot, lanjut Singgih, pihaknya juga memprediksi pada libur Lebaran nanti ada beberapa titik yang berpotensi terjadi kemacetan. Seperti di Jalan Jogja-Wates, Klangon, Sedayu, lalu Jalan Piyungan-Wonosari, dan Jalan Srandakan tepatnya di Pasar Mangiran.
Menghadapi kemungkinan itu, Dinas Perhubungan Bantul pun telah membuat lima pos pengamanan arus mudik lebaran. Seperti diantaranya di Jalan Srandakan, Jalan Jogja-Wates di Klangon, Jalan Piyungan-Wonosari di Simpang Tiga Piyungan, Pos Pengamanan Lebaran di Pasar Seni Gabusan, dan di TPR Induk Pantai Parangtritis. "Untuk pos pengamanan Lebaran di Pasar Seni Gabusan kami siapkan mobil untuk memperbaiki LPJU dan satu unit mobil perbaikan APILL," imbuhnya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Perhubungan Bantul Sri Harsono menambahkan, menghadapi mudik lebaran hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah pihaknya telah melakukan survei pada beberapa titik. Hasilnya beberapa titik perlu dilakukan penambahan rambu-rambu lalu lintas.
"Untuk penambahan rambu-rambu lalu-lintas kami lakukan di Jalan Imogiri-Mangun tepatnya di Bukit Bego dan di Watu Goyang karena menjadi jalur bus-bus wisata," beber Sri. (inu/bah) Editor : Editor Content