Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Aris Suharyanta mengatakan, puluhan tanggul sungai rusak itu tersebar di beberapa padukuhan yang dialiri sungai-sungai besar di Jogjakarta. Pihaknya mengaku sudah mengusulkan upaya perbaikan ke Balai Besar Wilayah Serayu-Sungai Opak (BBWSSO) .
"Untuk usulannya sudah kami lakukan sejak tahun 2022, namun sampai tahun ini belum ada yang terealisasi," ujar Aris saat dikonfirmasi Radar Jogja, kemarin (2/ 3).
Adapun bentuk usulan serta rincian 30 tebing sungai yang rusak itu, diantaranya perbaikan tebing Sungai Opak di Kalinampu, Seloharjo, Pundong dengan panjang 1.500 meter. Lalu bendungan dan tanggul aliran Sungai Winongo di Donotirto, Kretek. Kemudian juga tebing sungai sepanjang 1.000 meter di Potrobayan, Srihardono, Pundong.
Perbaikan juga diusulkan untuk tebing Sungai Progo sepanjang 1.500 meter di kalurahan Trimurti dan Cagungan di Srandakan ; tebing Sungai Oyo di Selopamioro sepanjang 1.000 meter ; tebing Sungai Opak di Srihardono sepanjang 1.000 meter ; tebing Sungai Winongo di Srigading, Sanden sepanjang 250 meter, dan perbaikan tebing Sungai Opak di Parangtritis, Kretek sepanjang 750 meter.
Kemudian perbaikan juga dirasa perlu untuk tebing Sungai Opak yang berada di Padukuhan Tulung, Srihardono, Pundong sepanjang 300 meter ; tebing Sungai Progo di Trimurti, Srandakan sepanjang 500 meter ; dan tebing Sungai Opak di Seloharjo, Pundong sepanjang 300 meter.
Lalu tebing Sungai Opak di Gunung Puyuh, Srihardono, Pundong sepanjang 400 meter ; tebing Sungai Opak di Colo, Srihardono, Pundong, Kretek sepanjang 300 meter ; tebing Sungai Opak di Kalipakel, Donotirto, Sedayu sepanjang 150 meter ; dan tebing sepanjang 75 meter, talud 30 meter, dan krip tiga unit di aliran Sungai Opak, Seloharjo, Pundong.
Selain itu, perbaikan juga diusulkan untuk tebing Sungai Berot di Kaliberot, Argomulyo, Sedayu sepanjang 130 meter ; tebing Sungai Gajah Wong di Wonokromo, Pleret sepanjang 125 meter ; groundsill sungai di Jembatan Progo ; tebing Sungai Bedog di Kadisono, Gilangharjo, Pandak sepanjang 100 meter ; tebing Sungai Winongo di Mulyodadi, Bambanglipuro sepanjang 200 meter ; tebing Sungai Oyo di Wunut, Sriharjo, Imogiri sepanjang 35 meter,
Serta, tebing Sungai Bedog di Mangir, Wijirejo, Pandak sepanjang 120 meter, tebing Sungai Bedog di Karang Kauman, Wijirejo, Pandak sepanjang 100 meter, tebing Sungai Widuri di Keloran, Tirtonirmolo, Kasihan sepanjang 8 meter ; tebing Sungai Widuri di Jomegatan, Tirtonirmolo, Kasihan sepanjang 17 meter ; tebing Sungai Celeng di Dronco, Girirejo, Imogiri sepanjang 40 meter ; serta tebing Sungai Cili di Dronco, Girirejo, Imogiri sepanjang 50 meter.
"Total anggaran yang kami usulkan untuk perbaikan 30 titik itu ada sekitar Rp 155,36 miliar," terang mantan Kepala Dinas Perhubungan Bantul itu.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Bantul Dwi Kristiantoro mendorong agar pihak-pihak terkait bisa segera melakukan perbaikan terhadap puluhan tebing sungai itu. Apalagi di musim musim penghujan seperti sekarang dampak tanggul atau tebing rusak bisa lebih berbahaya karena dapat membuat sungai meluber.
Politikus PDI Perjuangan itu juga tidak mempermasalahkan jika proses perbaikannya dilakukan secara bertahap. Karena diakuinya jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan memang cukup besar.
"Seumpama realisasinya (perbaikan) bisa bersamaan itu lebih bagus, namun jika bertahap juga tidak apa-apa. Contohnya dalam setahun ada sepuluh titik yang diperbaiki," katanya. (inu/bah) Editor : Editor Content