Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pewarta Bantul Jaga Kebugaran di Sela Tugas Jurnalistik

Editor Content • Kamis, 16 Februari 2023 | 01:31 WIB
KREATIF: Mahasiswa UNY Nurhuda Ihram Faihan mengolah singkong menjadi kue sus, makanan kekinian. HUMAS UMY FOR RADAR JOGJA
KREATIF: Mahasiswa UNY Nurhuda Ihram Faihan mengolah singkong menjadi kue sus, makanan kekinian. HUMAS UMY FOR RADAR JOGJA
RADAR JOGJA - Menjaga kondisi tubuh di sela kesibukan pekerjaan memang sangat perlu dilakukan. Apalagi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Itu pula yang dilakukan anggota Forum Pewarta Bantul (FPB), organisasi profesi jurnalis di Bumi Projotamansari. Mereka rutin berolahraga bulutangkis setiap Kamis malam.

Iwan Nurwanto, Radar Jogja, Bantul

Suasana seru begitu nampak di GOR Vijaya pada Kamis (9/2) malam lalu. Beberapa orang terlihat sangat serius memukul shuttlecock menggunakan raket di sebuah gelanggang olahraga yang terletak di Kalurahan Trirenggo itu. Mereka adalah anggota FPB.

Olahraga dengan nama lain bulu tangkis itu mulai rutin dilakukan oleh organisasi pekerja media di Bantul itu sejak awal tahun lalu. Alasannya utama untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota. Sekaligus menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.

Ketua FPB Sukro Riyadi mengatakan, kegiatan olahraga memang sangat penting dilakukan oleh semua orang. Terlebih pada cuaca yang kadang hujan kadang panas seperti saat ini. Kegiatan menggerakkan badan tentunya akan meningkatkan imunitas tubuh dari berbagai penyakit.

Namun bagi pekerja seperti jurnalis, kegiatan olahraga terkadang agak sulit dilakukan. Karena hampir sebagian besar waktu penggiat profesi tersebut digunakan untuk mencari berita di lapangan. Karena itulah, FPB memilih waktu malam hari untuk berolahraga.

"Kami biasanya melakukannya sehabis Isya. Atau setelah semua pekerjaan membuat beritanya sudah selesai," ujar Sukro, kemarin (14/2).

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Sukro, biasanya ada enam sampai 10 orang yang bermain. Permainannya pun seperti peraturan bulu tangkis pada umumnya. Yakni beregu ganda atau tunggal.

Untuk menyewa lapangan, setiap anggota juga secara swadaya membuat uang iuran Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per orang. Uang kas pun juga dibuat oleh pengurus agar bisa digunakan untuk membeli kebutuhan umum seperti shuttlecock dan air minum setiap kali bermain.

"Alhamdulillah dengan rutin badminton selain sehat, tali silaturahmi antaranggota FPB juga semakin erat," tandas wartawan salah satu media cetak di Jogjakarta ini.

Salah satu anggota FPB Ujang Hasanuddin mengaku, sangat senang dengan olahraga badminton tersebut. Sebab selain dapat menyehatkan jasmani. Kegiatan itu juga cukup menjadi penghilang stres sesuai penat bekerja. “Jadi pelepas penat setelah capek mencari berita," katanya.(din) Editor : Editor Content
#Forum Pewarta Bantul