Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Nugroho mengatakan, penemuan jasad Mbah Katem itu pertama kali diketahui oleh seorang pencari rosok bernama Sariyati, 45, sekitar pukul 08.30. Saat itu saksi melihat sebuah benda terdampar di sisi timur pantai dan setelah didekati ternyata sesosok mayat perempuan.
Oleh Sriyati, lanjut Nugroho, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas SAR dan langsung ditindaklanjuti dengan evakuasi. Petugas kemudian memastikan bahwa mayat perempuan tersebut merupakan Mbah Katem yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang sekitar pukul 03.00 kepada petugas SAR Satlinmas Wilayah III. "Pihak keluarga juga memastikan bahwa korban (Katem, Red) merupakan anggota keluarganya yang hilang. Jenazah sudah kami serahkan guna proses pemakaman," ujar Nugroho.
Sementara dari hasil identifikasi kepolisian, Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry membeberkan, korban diduga meninggal kurang dari 12 jam saat ditemukan. Pada tubuh korban juga ditemukan beberapa luka yang diduga akibat jatuh.
Adapun luka-lukanya, seperti benjolan di dahi sebelah kanan. Lalu luka lecet di mata sebelah kiri dan bibir, serta lebam di paha kiri. Dari informasi yang dikumpulkan petugas, diketahui rumah korban juga berdekatan dengan Sungai Balong. "Keterangan dari saksi mata, keadaan korban sebelumnya juga seperti orang linglung," ungkap Jeffry. (inu/eno) Editor : Editor Content